Masih Mungkin Memperbaiki Toxic Relationship dengan 5 Langkah Ini.

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa masih mungkin untuk memperbaiki toxic relationship? Jawabannya, ya masih mungkin.

Toxic relationship masih bisa diperbaiki, dengan cara mengenali jenis toxic relationship itu sendiri. Ini  adalah kunci untuk memahami apakah hubungan tersebut masih bisa diperbaiki atau tidak.

1. Mengakui bahwa hubungan tersebut beracun.

Untuk memperbaiki toxic relationship, kedua pihak di dalamnya harus bersedia mengakui bahwa hubungan tersebut beracun. Jika hanya 1 pihak saja yang melihatnya, toxic relationship tidak akan dapat diperbaiki.

2. Mengakui kesalahan diri sendiri.

Bagian penting dari memperbaiki toxic relationship adalah kesediaan untuk mengakui kesalahan diri sendiri. Kedua pihak harus sama-sama mengakui kekurangan dan kesalahan masing-masing.

Tidak mau mengakui kesalahan masing-masing akan membuat segala hal dalam hubungan tetap sama. Tanpa mengakui kesalahan masing-masing, tidak ada yang berubah dalam sebuah hubungan.

3. Bersedia berubah.

Bagi banyak orang, membuat perubahan adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Sayangnya, perubahan juga harus dilakukan oleh kedua pihak di dalam hubungan untuk dapat memperbaiki toxic relationship.

4. Sadari bahwa ini akan memakan waktu.

Sayangnya, toxic relationship tidak dapat diubah hanya dalam semalam. Perubahan membutuhkan waktu lama.

Selain itu, perilaku dan kebiasaan yang tertanam dalam diri seseorang dan hubungan sulit untuk dihancurkan. Seringkali, memperbaiki toxic relationship melibatkan 2 langkah maju dan 1 langkah mundur.

5. Bersedia mendapatkan bantuan profesional.

Bagi banyak orang, prospek mendapatkan bantuan profesional adalah hal yang menakutkan. Berbagi masalah dengan orang asing, mengungkapkan hal-hal yang memalukan, dan khawatir dihakimi cenderung menjauhkan orang-orang dari bantuan yang sebenarnya mereka butuhkan.

Ini 7 Tanda-Tanda Kamu Menjalani Toxic Relationship.

Apa itu toxic relationship?

Dilansir dari Time.com, seorang ahli komunikasi dan psikologi yang berbasis di California mengatakan toxic relationship adalah hubungan antara dua orang yang tidak saling mendukung, di mana ada konflik, di mana ada persaingan, di mana ada rasa tidak hormat dan kurangnya kekompakan. 

Ketika suatu hubungan menjadi toxic, setiap interaksi dalam hubungan itu bisa jadi terasa salah atau tidak pada tempatnya, serta dipenuhi dengan energi negatif yang membuat kedua pasangan tidak nyaman, marah, dan kecewa.

Mengapa hubungan yang sehat bisa menjadi toxic?

Hubungan yang sehat dipenuhi dengan cinta. Baik itu hubungan dengan teman baik, orang tua, atau pasangan. Hubungan seperti itu adalah sumber kebahagiaan.

Hubungan yang sehat juga dapat menghasilkan emosi yang membuat kamu merasa senang serta seakan siap menaklukkan dunia.

Jadi masuk akal jika semua orang yang memiliki hubungan sehat ingin melakukan apa saja semampu mereka, untuk menjaga hubungannya. Namun, dari waktu ke waktu, hubungan yang sehat bisa berubah menjadi berantakan.

Pasangan yang tampak seperti akan menghabiskan sisa hidupnya bersama-sama, akhirnya dapat berakhir dengan pertengkaran dan saling menyalahkan sehingga mengubah situasi yang sedang baik-baik saja menjadi sumber kebencian dan kepahitan.

Orang yang secara konsisten merusak atau membahayakan pasangannya baik sengaja maupun tidak, sering memiliki alasan untuk perilakunya, bahkan jika itu tidak ia sadari.

Alasan-alasan tersebut  bisa berada dalam hubungan antar pasangan, antar orangtua dan anak maupun antar teman. Mungkin saja penyebabnya karena ia tidak memiliki pola asuh yang mendukung dan penuh kasih sayang.

Penyebab lainnya bisa saja diintimidasi  saat masih berada di sekolah atau ia mungkin menderita gangguan kesehatan mental yang tidak terdiagnosis, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan makan, segala bentuk trauma. 

Adakah tanda-tanda dari sebuah toxic relationship?

Berikut ini telah kami rangkum tanda-tanda dari suatu hubungan yang toxic.

1. Saling menghindari.

Pasanganmu dulu suka menghabiskan waktu bersama dengan kamu, tetapi sekarang ia selalu mempunya beberapa alasan untuk tidak bertemu kamu dan menghindari satu sama lain.

Alih-alih ia merasa sedih dan gelisah karena ingin selalu bersama kamu. Pasanganmu justru merasa lega ketika kamu harus pergi selama beberapa hari dan tidak bersamanya.

2.Tidak merasa bahagia.

Kamu memiliki pendapat dan hal yang disukai maupun tidak sukai, tetapi kamu mendapati diri sendiri terus-menerus melakukan sesuatu hanya untuk menyenangkan pasangan, sebab kamu tidak ingin membuatnya tidak bahagia. 

Kamu sendiri merasa tidak bahagia, bahkan kamu mulai mempertanyakan semuanya dengan kalimat, “Ya Tuhan, bagaimana sekarang?”

3.Hal yang kamu lakukan selalu salah.

Pasangan kamu selalu memberikan kritik tentang segala hal. Setiap kali kamu melakukan sesuatu, ia akan menyalahkanmu jika tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.  

Pasanganmu sering menuntut agar kamu bisa melakukan semua hal dengan lebih baik. Pada titik ini si Pasangan tidak tahu lagi bagaimana cara menghargai kamu.

4.Di matanya, kamu sudah tidak ada harga diri.

Kamu telah kehilangan jati dirimu dan dengan itu, kamu juga kehilangan harga dirimu. Bahkan kamu pun tidak ingat kapan terakhir kali kamu mengambil keputusan dalam suatu hal. Seluruh hidupmu yang sekarang adalah milik pasanganmu.

Pasangan kamu sering tidak menghormati kamu, terlebih ketika tidak ada perkelahian yang terjadi.

5.Drama tanpa henti.

Tidak peduli seberapa banyaknya drama tidak penting di hubunganmu, si Pasangan akan selalu  menemukan cara untuk memunculkan beberapa drama baru.

Drama di dalam hubungan dapat membuatmu menjadi frustrasi, takut, dan seakan ditahan. Hal tersebut, tidak pernah gagal membuat kamu merasa di dalam kondisi yang negatif.

Jika kamu merasa cemas, jengkel, atau bertengkar dengan pasangan secara rutin, pastinya kamu sedang mengalami drama dalam toxic relationship.

6.Pasanganmu mudah iri dan cemburu.

Kecemburuan dapat menyebabkan pengendalian perilaku, ancaman, atau bahkan kekerasan. Tetapi banyak yang sering mengira bahwa kecemburuan yang intens berarti si Pasangan benar-benar mencintai kamu.

Pada kenyataannya, jika pasanganmu merasa iri kepadamu dan selalu ingin tahu dimana kamu berada, jelas itu merupakan perilaku yang salah, bukan karena ia memang mencintaimu.

Misalnya, Alih-alih merayakan prestasi yang telah kamu capai, si Pasangan justru malah iri dan berharap ia bisa memiliki prestasi tersebut,  serta membuatmu merasa tidak enak kepadanya.

7.Kebohongan yang terus-menerus.

Hubunganmu telah dibumbui dengan banyak kebohongan kecil, yang disebabkan hanya karena pasanganmu tidak ingin membuang-buang waktu untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada kamu atau bisa jadi ia hanya tidak ingin mengatakan kebenarannya.

Begitu kamu menemukan kebohongan maka akan sulit untuk kembali percaya dengan apa yang dikatakan pasangan kamu. Di titik ini, kamu mulai mempertanyakan apa yang ia katakan dan mulai mencari tahu apakah hal tersebut benar atau bohong.

Jika kamu merasakan salah satu dari tanda-tanda diatas, di dalam hubunganmu, sebaiknya kamu segera keluar dari hubungan tersebut. Jika perlu, kamu bisa meminta bantuan dari orang-orang terdekat. Semoga dapat membantu, ya!