5 Zodiak Ini Suka Ungkit Masa Lalu Saat Debat dengan Pasangan.

Dalam menjalin suatu hubungan, konflik atau selisih paham tentu kerap terjadi. Memang, hal tersebut muncul lantaran Anda dan pasangan adalah dua pribadi dari latar belakang yang berbeda.

Sayangnya dalam menghadapi masalah, beberapa orang memiliki cara berkomunikasi yang buruk. Salah satunya ialah dengan mengungkit kisah masa lalu untuk memenangkan pertengkaran dengan pasangannya.

Adapun kebiasaan kurang baik itu bisa dipengaruhi oleh zodiak. Tahu rasi bintang apa saja yang gemar gali kejadian lampau agar dapat taklukkan pasangan? Berikut adalah lima diantaranya seperti dilansir dari situs Times of India.

1. Aries.


Bagi seorang Aries, kemenangan adalah segalanya. Bahkan, ambisi dan aspirasi yang terkadang mengatasi emosi itu tidak hanya berlaku dalam kehidupan sehari-hari, namun juga hubungan.

Alih-alih menyelesaikan, Aries justru lebih senang menang saat melakukan debat dengan pasangan. Mereka melakukan itu dengan cara mengingat kembali pengalaman-pengalaman buruk bersama pasangan. Sayangnya, sikap egois tersebut membuat kisah cinta Aries banyak ditandai dengan penyesalan.

2. Taurus.


Taurus dikenal sangat setia dan mampu mencintai pasangannya dengan sepenuh hati. Namun, mereka juga amat keras kepala. Salah satu kebiasaan terburuknya adalah tidak pernah bisa menerima kesalahan, bahkan ketika mereka bersalah.

Selama pertengkaran, jika Taurus merasa hampir di ambang keretakan, mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk memulihkannya dengan menggali sesuatu dari masa lalu yang mungkin melemahkan lawan mereka.

3. Cancer.


Ketika Cancer terluka atau tidak dalam keadaan pikiran yang benar, mereka senang memendam emosi dan menyimpannya jauh di dalam lubuk hati. Namun ketika botol-botol itu penuh dan emosinya mulai meluap, Anda tidak mungkin bisa lepas dari amukannya.

Cancer tidak hanya akan membuat pasangannya bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dilakukan kepada mereka, tetapi juga akan menghidupkan kembali ingatan Anda dengan mimpi buruk terburuk yang terjadi dari masa lalu.

4. Gemini.


Gemini dikenal sangat pintar memainkan kata-kata. Bahkan ketika bertengkar dengan pasangan, mereka akan memastikan bahwa mereka tidak terlalu keras kepala, namun akan dengan lancar membujuk pasangan untuk percaya bahwa Anda bersalah selama ini.

Salah satu cara mereka melakukannya adalah dengan membandingkan masa kini dengan masa lalu Anda. Apakah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, bola panas akan selalu ada di lapangan Gemini.

5. Scorpio.


Saat bertengkar dengan pasangannya, Scorpio akan mencoba semua taktik untuk membuktikan pendapat mereka, agar tidak tampak defensif tetapi juga memenangkan perdebatan. Salah satunya adalah membuat pasangannya menghidupkan kembali masa lalu yang suram.

Ini adalah cara yang pasti bagi mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan mencampakkan pasangan mereka ke dalam kumpulan rasa bersalah, yang mungkin membutuhkan banyak waktu untuk dipulihkan.

Ini Dia Arti Cinta Menurut Para Ahli.

Agar kita lebih memahami apa definisi cinta, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Jalaluddin Rumi.

Menurut Jalaluddin Rumi, arti cinta adalah sumber dari segala sesuatu dan inti dari segala bentuk kehidupan yang ada di dunia karena dunia dan kehidupan muncul karena kekuatan yang bernama cinta.

2. Scott Peck

Menurut Scott Peck, arti cinta adalah suatu keinginan di dalam diri manusia untuk mengembangkan diri dengan maksud memelihara pertumbuhan spiritual sendiri atau perkembangan spiritual orang lain.

3. Quraish Shihab

Menurut Quraish Shihab, definisi cinta adalah kecenderungan hati manusia kepada sesuatu karena adanya kenikmatan atau manfaat yang bisa diperoleh dari yang dicintai.

4. Abdullah Nashih ‘Ulwan

Menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan, arti cinta adalah suatu perasaan jiwa dan gejolak hati manusia yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh kelembutan, gairah, dan kasih sayang.

5. Musfir bin Said az-Zahrani

Menurut Musfir bin Said az-Zahrani, definisi cinta adalah suatu emosi terpenting di dalam kehidupan manusia dan menjadi faktor terpenting dalam menyatukan perasaan manusia, serta pembentukan kasih sayang di antara sesama manusia.

6. Erich Fromm

Menurut Erich Fromm, arti cinta adalah suatu perasaan simpati di dalam diri manusia yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, terdapat lima syarat dalam upaya mewujudkan cinta kasih, yaitu;

  • Pengenalan
  • Perasaan
  • Tanggung jawab
  • Perhatian
  • Saling menghormati

Menguak Definisi Cinta Yang Sebenarnya.

Jika saya tanya: “Apa definisi cinta menurut Anda?”

Saya yakin Anda akan menjawabnya: “Cinta adalah pengorbanan”, “Cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati,” dan sebagainya. Jawabannya tidak lepas dari embel-embel romantis karena cuma itu yang Anda tahu.

Tidak salah menjawab seperti itu. Tapi sadarkah Anda kalau meromantisasi cinta secara berlebihan bisa menyesatkan kehidupan romansa Anda? Kalau Anda punya pemikiran yang keliru, Anda sendiri yang akan sakit hati dan kecewa ketika menjalaninya.

Mengapa urusan cecintaan kini sarat dengan romantisme?

Itu ada hubungannya dengan perkembangan budaya, lebih tepatnya di bangsa Eropa pada masa Revolusi Industri. Saat itu, mesin indusri mengalami perkembangan pesat sehingga para pengusaha gencar memproduksi barang sebanyak-banyaknya. Hasilnya, buruh diupah rendah karena tenaganya digantikan oleh mesin. Meskipun begitu, kaum proletar tetap dipaksa bekerja untuk menghidupi mesin-mesin pabrik.

Waktu itu, masyarakat Eropa mengalami degradasi kehidupan karena kurangnya waktu untuk menikmati hidup. Daripada berkarya atau menikmati seni, mereka lebih memilih untuk bekerja. Akibatnya, kehidupan jadi monoton karena kegiatannya hanya diisi dengan mengurus keluarga dan bekerja. Selain itu, Revolusi Industri juga menciptakan masyarakat yang individualis dan tidak ada lagi rasa kekeluargaan.

Kondisi ini akhirnya melahirkan berbagai gerakan seni, sastra, dan intelektual yang menentang kakunya norma-norma di Eropa. Gerakan tersebut berusaha mengingatkan bahwa emosi adalah hal yang utama karena itu yang membedakan manusia dengan mesin. Mereka ingin masyarakat bisa kembali menikmati hidup dengan menggali emosi sedalam-dalamnya.

Sebuah revolusi mental terjadi. Era Romantisisme berisi karya seni yang melebih-lebihkan emosi manusia seperti rasa takut, takjub, dan cinta. Jika Anda membaca literatur Era Romantisisme seperti The Prelude atau Alastor or the Spirit of Solitude, Anda akan paham bahwa penulis saat itu cenderung berhiperbola tentang cinta. [1]

Lambat laun romantisisme menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak sastra beraliran romantik yang terbit antara tahun 1930-1950. Semenjak itu dimulailah Era Romantisisme di Indonesia yang masih berjalan sampai sekarang. Pengaruhnya begitu kuat mencekram sampai banyak melahirkan definisi cinta yang sarat hiperbola. Anda bisa lihat pengaruhnya di buku-buku tentang cinta atau musik bertema cinta. Akibatnya, cinta dianggap spesial daripada emosi manusia yang lain.

Coba Anda pikir darimana definisi “Cinta adalah pengorbanan” itu berasal? Anda pasti meyerapnya dari sinetron, akun cinta-cintaan, musik, atau dari orangtua. Semuanya adalah produk Era Romantisisme tadi.

Pencekokan definisi cinta yang berlebihan itu membuat Anda ikut berlebihan saat menyukai seseorang. Contoh: karena menganggap cinta adalah pengorbanan, Anda rela menggelontorkan jutaan rupiah demi gebetan. Anda pikir itu wajar karena selama ini media mengajarkan kalau ingin cinta diterima, maka Anda harus berkorban dengan menuruti semua kemauan gebetan.

Begitu pula kalau Anda menganggap cinta adalah apa yang dirasakan hati. Ketika dada berdegup kencang saat bertemu seseorang, Anda merasa itu tanda bahwa dia adalah jodoh Anda. Hasilnya, Anda jadi baperan dan capek sendiri karena banyak mengkhayal membangun keluarga bersama dia.

Jika definisi cinta itu justru menyulitkan Anda mencari pasangan, sebaiknya ganti dengan definisi baru yang lebih masuk akal. Zick Rubin, seorang pakar psikologi, menjelaskan bahwa cinta adalah emosi yang terbentuk dari tiga perasaan: perhatian, kasih sayang, dan keintiman. [2]

Ketiga perasaan tersebut baru muncul setelah seseorang menghabiskan banyak waktu dengan pasangannya. Catat ini, DENGAN PASANGANNYA bukan DENGAN GEBETANNYA. Jadi cuma sekedar dekat dengan gebetan belum pantas disebut cinta.

Dari definisi tersebut saya sederhanakan menjadi:

Cinta adalah hasil investasi.

Jika dua orang saling menyukai, maka mereka akan sama-sama berusaha untuk semakin mendekat. Bila usaha tersebut rutin dilakukan terus menerus, perasaan suka itu akan berkembang menjadi cinta. Sebaliknya, bila hanya satu orang yang berusaha sementara satunya lagi tidak, maka perasaan itu tidak akan tumbuh menjadi cinta. [3]

Saya beri analogi, bayangkan skenario ini: Anda sangat menyukai iPhone X dan bermimpi membelinya nanti. Jadi Anda mulai menyisihkan gaji dan sering lembur larut malam agar dapat membeli gadget canggih tersebut. Setelah menabung cukup lama, akhirnya kotak hitam mahal itu sampai di tangan Anda.

Bayangkan perasaan Anda ketika menggeser-geser layar iPhone X tersebut, pasti bahagianya bukan main! Anda merawat iPhone itu dengan baik, memasukkannya ke saku dengan hati-hati, dan melarang keponakan Anda yang masih kecil untuk memegangnya. Anda marah sekali kalau iPhone itu lecet atau jatuh. Dengan kata lain, Anda sangat mencintai iPhone itu.

Satu hal yang harus diketahui bahwa Anda mustahil mencintai iPhone tersebut kalau belum memilikinya. Rasa cinta itu muncul karena Anda menginvestasikan begitu banyak uang, waktu, dan tenaga untuk merawatnya. Anda tidak mungkin begitu mencintai iPhone yang masih terpajang rapi di etalase toko. Jika Anda cuma bisa mengintip ke etalase dan bermimpi memilikinya, itu bukan cinta tapi ngarep.

Coba ganti objeknya dari iPhone menjadi pasangan. Semakin besar investasi Anda ke dia, semakin Anda mencintainya. Prinsipnya sama bukan?

Anda tidak mungkin mencintai seseorang yang belum menjadi kekasih Anda. Dalam tahap PDKT, proses yang terjadi baru ketertarikan fisik dan interaksi sosial. Sama sekali tidak ada unsur cinta di dalamnya karena dia belum menjadi milik Anda. Ketika kalian sudah saling memiliki, akan ada banyak sekali investasi yang Anda berikan untuk menjaga hubungan tersebut. Dari situlah tumbuh yang namanya cinta.

Definisi macam “Cinta adalah pengorbanan” atau “Cinta adalah apa yang dirasakan di hati” sebenarnya tidak salah bila Anda sudah memiliki pasangan. Anda memang perlu mengorbankan waktu dan tenaga untuk menjaga hubungan. Anda juga pasti merasakan cinta di hati setelah banyak berinvestasi ke pasangan.

Namun, salah besar bila Anda menerapkannya saat masih tahap PDKT. Seperti saya jelaskan di atas, banyak berkorban saat PDKT justru merugikan Anda karena belum tentu dia menerima cinta Anda. Langsung menilai rasa deg-degan di hati sebagai tanda cinta juga bisa membuat Anda cepat baper. Seharusnya tidak perlu terlalu banyak berinvestasi waktu, uang, dan pikiran untuk seseorang yang berstatus gebetan.

Hanya dari definisi cinta saja bisa membuat Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya baik, tapi tidak sesuai tempat dan waktunya. Strategi PDKT Anda jadi berantakan dan tidak mendatangkan hasil. Jika serius ingin memperbaiki kisah romansa Anda yang tragis, pertama-tama ganti definisi cinta yang selama ini Anda yakini. Pahat kuat-kuat di benak Anda bahwa cinta adalah hasil investasi setelah memiliki pasangan.

Anda sudah melakukan perubahan besar hanya dengan mengganti pemahaman saja. Cuma apa Anda berani mengubah sesuatu yang sudah lama tertanam di otak Anda?

Keputusannya di tangan Anda.