Cinta itu ada jenis nya juga loh guys, Yuk Dibaca!

Di dalam dunia psikologi disebutkan bahwa ada 8 jenis cinta pada diri manusia. Sesuai dengan arti cinta yang disebutkan di atas, adapun jenis-jenis cinta adalah sebagai berikut:

1. Cinta Agape

Cinta Agape adalah perasaan cinta terhadap Tuhan, alam, serta semua hal yang sifatnya spiritual dan altruistik. Menurut para ahli, mereka yang sering merasakan cinta Agape adalah orang-orang yang sangat perduli pada hal-hal spiritual.

2. Cinta Mania

Cinta Mania adalah perasaan cinta di dalam diri manusia yang berlebihan terhadap orang lain sehingga membuatnya menjadi posesif. Mereka yang merasakan cinta Mania ini pada umumnya akan merasa tidak berharga bila cintanya tidak terbalas atau ditinggalkan orang yang dicintainya.

3. Cinta Pragma

Cinta Pragma adalah cinta yang penuh kebijaksanaan dan kedewasaan dimana orientasinya adalah cinta yang serius ke arah pernikahan. Namun, cinta Pragma dianggap bukan cinta yang paling tulus dan membutuhkan proses, misalnya cinta yang timbul karena perjodohan.

4. Cinta Philautia

Cinta Philautia adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri dan mengarah pada narsisme. Pada titik tertentu, cinta Philautia dapat membuat seseorang menjadi psikopat karena hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa perduli pada orang lain.

5. Cinta Storge

Cinta Storge adalah perasaan cinta terhadap keluarga dan kerabat terdekat. Jenis cinta ini termasuk cinta yang tulus karena tanpa syarat. Misalnya cinta seorang ibu kepada anaknya, cinta kepada orang tua, saudara, dan sanak keluarga.

6. Cinta Eros

Cinta Eros adalah perasaan cinta yang berdasarkan pada hawa nafsu manusia. Ciri-ciri cinta eros adalah adanya ketertarikan secara fisik dan perasaan ingin memiliki orang yang dicintai.

7. Cinta Philia

Cinta Philia adalah perasaan cinta yang timbul dalam hubungan persahabatan antar manusia. Jenis cinta ini terjadi bukan karena hawa nafsu namun karena adanya rasa percaya dan rasa persahabatan dengan orang tertentu.

8. Cinta Ludus

Cinta ludus adalah perasaan cinta seseorang terhadap orang lain tapi sifatnya hanya main-main tanpa ada komitmen. Ciri khusus orang yang merasakan cinta Ludus adalah sifat kekanak-kanakan dan suka memberikan rayuan gombal kepada orang yang dicintainya.

Itulah penjelasan ringkas mengenai jenis-jenis cinta secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Menguak Definisi Cinta Yang Sebenarnya.

Jika saya tanya: “Apa definisi cinta menurut Anda?”

Saya yakin Anda akan menjawabnya: “Cinta adalah pengorbanan”, “Cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati,” dan sebagainya. Jawabannya tidak lepas dari embel-embel romantis karena cuma itu yang Anda tahu.

Tidak salah menjawab seperti itu. Tapi sadarkah Anda kalau meromantisasi cinta secara berlebihan bisa menyesatkan kehidupan romansa Anda? Kalau Anda punya pemikiran yang keliru, Anda sendiri yang akan sakit hati dan kecewa ketika menjalaninya.

Mengapa urusan cecintaan kini sarat dengan romantisme?

Itu ada hubungannya dengan perkembangan budaya, lebih tepatnya di bangsa Eropa pada masa Revolusi Industri. Saat itu, mesin indusri mengalami perkembangan pesat sehingga para pengusaha gencar memproduksi barang sebanyak-banyaknya. Hasilnya, buruh diupah rendah karena tenaganya digantikan oleh mesin. Meskipun begitu, kaum proletar tetap dipaksa bekerja untuk menghidupi mesin-mesin pabrik.

Waktu itu, masyarakat Eropa mengalami degradasi kehidupan karena kurangnya waktu untuk menikmati hidup. Daripada berkarya atau menikmati seni, mereka lebih memilih untuk bekerja. Akibatnya, kehidupan jadi monoton karena kegiatannya hanya diisi dengan mengurus keluarga dan bekerja. Selain itu, Revolusi Industri juga menciptakan masyarakat yang individualis dan tidak ada lagi rasa kekeluargaan.

Kondisi ini akhirnya melahirkan berbagai gerakan seni, sastra, dan intelektual yang menentang kakunya norma-norma di Eropa. Gerakan tersebut berusaha mengingatkan bahwa emosi adalah hal yang utama karena itu yang membedakan manusia dengan mesin. Mereka ingin masyarakat bisa kembali menikmati hidup dengan menggali emosi sedalam-dalamnya.

Sebuah revolusi mental terjadi. Era Romantisisme berisi karya seni yang melebih-lebihkan emosi manusia seperti rasa takut, takjub, dan cinta. Jika Anda membaca literatur Era Romantisisme seperti The Prelude atau Alastor or the Spirit of Solitude, Anda akan paham bahwa penulis saat itu cenderung berhiperbola tentang cinta. [1]

Lambat laun romantisisme menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak sastra beraliran romantik yang terbit antara tahun 1930-1950. Semenjak itu dimulailah Era Romantisisme di Indonesia yang masih berjalan sampai sekarang. Pengaruhnya begitu kuat mencekram sampai banyak melahirkan definisi cinta yang sarat hiperbola. Anda bisa lihat pengaruhnya di buku-buku tentang cinta atau musik bertema cinta. Akibatnya, cinta dianggap spesial daripada emosi manusia yang lain.

Coba Anda pikir darimana definisi “Cinta adalah pengorbanan” itu berasal? Anda pasti meyerapnya dari sinetron, akun cinta-cintaan, musik, atau dari orangtua. Semuanya adalah produk Era Romantisisme tadi.

Pencekokan definisi cinta yang berlebihan itu membuat Anda ikut berlebihan saat menyukai seseorang. Contoh: karena menganggap cinta adalah pengorbanan, Anda rela menggelontorkan jutaan rupiah demi gebetan. Anda pikir itu wajar karena selama ini media mengajarkan kalau ingin cinta diterima, maka Anda harus berkorban dengan menuruti semua kemauan gebetan.

Begitu pula kalau Anda menganggap cinta adalah apa yang dirasakan hati. Ketika dada berdegup kencang saat bertemu seseorang, Anda merasa itu tanda bahwa dia adalah jodoh Anda. Hasilnya, Anda jadi baperan dan capek sendiri karena banyak mengkhayal membangun keluarga bersama dia.

Jika definisi cinta itu justru menyulitkan Anda mencari pasangan, sebaiknya ganti dengan definisi baru yang lebih masuk akal. Zick Rubin, seorang pakar psikologi, menjelaskan bahwa cinta adalah emosi yang terbentuk dari tiga perasaan: perhatian, kasih sayang, dan keintiman. [2]

Ketiga perasaan tersebut baru muncul setelah seseorang menghabiskan banyak waktu dengan pasangannya. Catat ini, DENGAN PASANGANNYA bukan DENGAN GEBETANNYA. Jadi cuma sekedar dekat dengan gebetan belum pantas disebut cinta.

Dari definisi tersebut saya sederhanakan menjadi:

Cinta adalah hasil investasi.

Jika dua orang saling menyukai, maka mereka akan sama-sama berusaha untuk semakin mendekat. Bila usaha tersebut rutin dilakukan terus menerus, perasaan suka itu akan berkembang menjadi cinta. Sebaliknya, bila hanya satu orang yang berusaha sementara satunya lagi tidak, maka perasaan itu tidak akan tumbuh menjadi cinta. [3]

Saya beri analogi, bayangkan skenario ini: Anda sangat menyukai iPhone X dan bermimpi membelinya nanti. Jadi Anda mulai menyisihkan gaji dan sering lembur larut malam agar dapat membeli gadget canggih tersebut. Setelah menabung cukup lama, akhirnya kotak hitam mahal itu sampai di tangan Anda.

Bayangkan perasaan Anda ketika menggeser-geser layar iPhone X tersebut, pasti bahagianya bukan main! Anda merawat iPhone itu dengan baik, memasukkannya ke saku dengan hati-hati, dan melarang keponakan Anda yang masih kecil untuk memegangnya. Anda marah sekali kalau iPhone itu lecet atau jatuh. Dengan kata lain, Anda sangat mencintai iPhone itu.

Satu hal yang harus diketahui bahwa Anda mustahil mencintai iPhone tersebut kalau belum memilikinya. Rasa cinta itu muncul karena Anda menginvestasikan begitu banyak uang, waktu, dan tenaga untuk merawatnya. Anda tidak mungkin begitu mencintai iPhone yang masih terpajang rapi di etalase toko. Jika Anda cuma bisa mengintip ke etalase dan bermimpi memilikinya, itu bukan cinta tapi ngarep.

Coba ganti objeknya dari iPhone menjadi pasangan. Semakin besar investasi Anda ke dia, semakin Anda mencintainya. Prinsipnya sama bukan?

Anda tidak mungkin mencintai seseorang yang belum menjadi kekasih Anda. Dalam tahap PDKT, proses yang terjadi baru ketertarikan fisik dan interaksi sosial. Sama sekali tidak ada unsur cinta di dalamnya karena dia belum menjadi milik Anda. Ketika kalian sudah saling memiliki, akan ada banyak sekali investasi yang Anda berikan untuk menjaga hubungan tersebut. Dari situlah tumbuh yang namanya cinta.

Definisi macam “Cinta adalah pengorbanan” atau “Cinta adalah apa yang dirasakan di hati” sebenarnya tidak salah bila Anda sudah memiliki pasangan. Anda memang perlu mengorbankan waktu dan tenaga untuk menjaga hubungan. Anda juga pasti merasakan cinta di hati setelah banyak berinvestasi ke pasangan.

Namun, salah besar bila Anda menerapkannya saat masih tahap PDKT. Seperti saya jelaskan di atas, banyak berkorban saat PDKT justru merugikan Anda karena belum tentu dia menerima cinta Anda. Langsung menilai rasa deg-degan di hati sebagai tanda cinta juga bisa membuat Anda cepat baper. Seharusnya tidak perlu terlalu banyak berinvestasi waktu, uang, dan pikiran untuk seseorang yang berstatus gebetan.

Hanya dari definisi cinta saja bisa membuat Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya baik, tapi tidak sesuai tempat dan waktunya. Strategi PDKT Anda jadi berantakan dan tidak mendatangkan hasil. Jika serius ingin memperbaiki kisah romansa Anda yang tragis, pertama-tama ganti definisi cinta yang selama ini Anda yakini. Pahat kuat-kuat di benak Anda bahwa cinta adalah hasil investasi setelah memiliki pasangan.

Anda sudah melakukan perubahan besar hanya dengan mengganti pemahaman saja. Cuma apa Anda berani mengubah sesuatu yang sudah lama tertanam di otak Anda?

Keputusannya di tangan Anda.

Nih 5 Pertanyaan Cewek yang Biasanya Susah Dijawab Cowok.

Jakarta – Gaya berkomunikasi cowok dan cewek itu berbeda banget, kita semua setuju itu. Apa yang ada dalam benak cewek dan apa yang akhirnya terungkap bisa sangat bertolak belakang.

Padahal, cowok memang bukan ditakdirkan untuk pintar menebak maksud terselubung dari perkataan cewek. Alhasil kalau salah bereaksi jadinya malah bikin ribut.

Untuk kamu, berikut sederet pertanyaan yang sebaiknya stop kamu tanyakan ke pasangan.

1. Baju Ini Bagus Nggak Buat Aku?.

Ketika cewek bertanya seperti ini, biasanya tidak akan puas hanya dengan jawaban “Bagus, kok.” Pasti kalian para cewek akan lanjut dengan pertanyaan berikutnya, “Beneran?” atau beralih ke baju lain dan bertanyaan pertanyaan yang sama.

“Kalau yang ini, gimana?” Nah, situasi ini yang akan membuat para cowok “terjepit”. Padahal dalam benak cowok, jawabannya hanya ada dua, bagus atau nggak bagus. Lebih baik kamu bertanya lebih spesifik, “Baju ini cocok nggak buat acara kita malam ini.”

2. Aku Gemukan Ya?

Nah ini pertanyaan menjebak namanya, ladies. Apapun jawaban yang diberikan cowok kamu pasti akan salah. Betul, nggak?

Kalau kalian memang bener-bener pengen tahu gemukan atau nggak, simple aja, tinggal naik ke atas timbangan dan lihat berapa berat badanmu sekarang.

3. Aku Sama Cewek Itu Cantikan Siapa?

Maksud hati pengen dipuji dengan jawaban, “Ya jelas cantikan kamu, lah,” tapi kalau kamu bertanya ini sama cowok, bisa jadi dia bakalan jawab dengan jujur dan kamu mungkin tidak akan suka dengan jawabannya.

Alih-alih mencoba fishing compliments, kamu bisa duluan memuji cowokmu dan berharap dia akan balik memujimu.

4. Kamu Lagi Ada Masalah Apa?

Cowok adalah makhluk yang paling sulit mendeskripsikan perasaannya. Bagi cowok, masalah seharusnya dihadapi dan diselesaikan, bukan diceritakan.

Beda sama cewek. Cewek sangatlah komunikatif dalam menjelaskan situasi hatinya. Salah satu cara cewek menyelesaikan masalahnya adalah dengan menceritakannya pada orang lain.

Kalau cowok kamu terlihat diam dan bingung karena sedang punya masalah berat, cukup sampaikan ke dia begini, “Kalau kamu perlu bantuanku, bilang aja ya.” Cowok akan menceritakan masalahnya ketika benar-benar siap untuk bicara dan perlu bantuan orang lain.

5. Kamu Cinta Nggak Sama Aku?

Ya jelas cinta lah, guys. Kalau cowok udah nggak cinta sama kamu, dia tidak akan bertahan dalam hubungan itu.

Cowok umumnya logis dan sangat praktis dalam hal ini. Kalau kalian masih bersama artinya dia masih sayang sama kamu. Cowok cenderung mengungkapkan perasaannya dengan perbuatan daripada kata-kata.

Kalau dia bersedia nungguin kamu dandan 1 jam, menemani kamu muterin satu mall hanya untuk cari sepasang sepatu, atau dengan rela hati ikut merawat anjing kesayanganmu, bisa dipastikan perasaannya masih utuh sama kamu.

Kenali Apa Itu Cinta Buta, dari Ciri-ciri, Risiko, hingga Cara Mengatasinya.

Myquestionsaboutlove – Jatuh cinta kepada seseorang memang sangat menyenangkan terlebih jika sesorang tersebut mencintai Sobat Belia juga.

Ketika Sobat Belia mengenal cinta, maka Sobat Belia seolah buta akan hal apapun, ini yang sering dikatakan oleh beberapa orang.

Cinta buta adalah cinta yang didasarkan pada hubungan yang lebih dalam dari sekedar ketertarikan fisik, menurut Dr. LeslieBeth Wish seorang psikoterapis dari Elitedaily.

Jika Sobat berada dalam situasi “cinta buta” dan tidak yakin apakah itu nyata atau tidak, maka berhati-hatilah sehingga tidak cinta jauh lebih dalam.

Karena jika Sobat memasuki fase di mana Sobat Belia tidak melihat apapun dan tidak melihat seseorang dari apapun walaupun sesorang tersebut melakukan kesalahan yang besar, maka Sobat Belia sudah mengalami cinta buta.

Pada dasarnya cinta kepada seseorang memang tidak boleh berlebihan dan tidak boleh mengabaikan pula.

Cinta itu setidaknya butuh tuntutan untuk menyempurnakannya, bukan hanya cinta berlebih dari satu pihak.

Sedangkan pihak satunya lagi tidak berbanding sama. Oleh karena itu perlu keseimbangan cinta.

Cintailah seseorang dengan porsi yang pas dan secukupnya jangan terlalu berlebih.

Karena pada dasarnya jika mencintai seseorang dengan porsi yang pas kecewa pun akan jarang terjadi dan harapan pun kemungkinan sedikit untuk muncul.

Risiko yang akan dihadapi ketika Sobat Belia mengalami cinta buta yaitu salah satunya Sobat akan termakan oleh ekspetaksi Sobat sendiri.

Dan Sobat Belia akan sering merasa kecewa terhadap setiap keputusan yang akan diambil karena tidak sesuai dengan harapan.Maka cintailah seseorang dengan tulus dan tidak berlebih agar menjaga diri sendiri dari harapan yang tinggi.

Mitos atau Faktakah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama.

Banyak orang yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gebetan atau calon pasangannya. Tapi sebagian orang merasa itu hanya sesuatu yang mengada-ada alias tidak nyata. Jadi, cinta pada pandangan pertama sebenarya mitos atau fakta?

Istilah cinta pada pandangan pertama yang beredar di masyarakat sebenarnya masih keliru dan belum dapat dipahami dengan jelas. Hal ini karena saat menyebutkan cinta pada pandangan pertama banyak orang menafsirkan itu sebagai cinta yang Anda rasakan saat pertama kali melihat seseorang yang disukai.

Seorang psikolog asal Amerika mengemukakan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah suatu perasaan yang didasari oleh nafsu pandangan pertama karena yang pertama kali dilihat oleh mata adalah penampilan fisik. Maka dari itu, bisa jadi ketertarikan fisiklah yang sebenarnya dapat muncul.

Psikolog tersebut juga mengatakan bahwa cinta yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh. Jadi, perlu waktu yang cukup untuk dapat menentukan apakah itu cinta atau hanya sekadar ketertarikan fisik semata.

Cinta pandangan pertama pada gebetan atau calon pasangan hanyalah sebuah ketertarikan yang menggelora dalam hati saat itu, tetapi tidak mendalam. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan bahwa cinta ini tidak akan bisa dibawa ke arah hubungan yang lebih serius.

Sangat jarang terjadi pada cinta pandangan pertama bisa berlanjut ke hubungan yang lebih mendalam karena seiring berjalannya waktu, ternyata apa yang Anda pikirkan tentang seseorang tersebut bisa saja tidak sesuai dengan kenyataannya.

Pasalnya, mungkin ada beberapa pasangan yang mulanya hanya tertarik secara fisik, lalu setelah mengenal sosok satu sama lain secara lebih mendalam, cintanya terus tumbuh.

Ada beberapa tanda yang dianggap sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama, yaitu

1. Perut terasa mual saat bertemu Si Dia
Perut terasa mual atau dikenal pula dengan istilah butterfly in the stomach (kupu-kupu dalam perut) saat bertemu Si Dia, bisa jadi salah satu tanda Anda jatuh cinta pada pandangan pertama.

Menurut para ahli, hal tersebut dapat terjadi karena perasaan manusia dapat memengaruhi sistem pencernaan. Berdasarkan hasil laporan Harvard Health, adanya hubungan pencernaan dan otak yang erat membuat Anda merasakan sesuatu pada perut ketika mengalami berbagai emosi, termasuk senang, sedih, cemas, atau marah.

Jadi, perut terasa mual atau butterfly in the stomach bisa jadi akibat campuran rasa gembira dan senang yang Anda rasakan saat bertemu seseorang yang benar-benar Anda sukai.

2. Anda ingin tahu apa pun mengenai dirinya
Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang dan rasanya ingin tahu apa pun mengenai dirinya? Jika pernah, ini merupakan pertanda baik. Kekaguman yang tulus dan pemikiran apa pun mengenai seseorang merupakan tanda bahwa Anda sedang jatuh cinta padanya saat itu juga.

Namun perlu diingat, jika tertarik pada seseorang bukan berarti Anda dan dirinya dapat menjadi pasangan yang ideal. Mencari tahu dan mengenal seseorang lebih dalam merupakan salah satu cara apakah Anda dan orang tersebut memiliki kecocokan atau tidak.

Beautiful couple with nature.

3. Dia adalah satu-satunya orang yang Anda lihat
Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior mengungkapkan bahwa ketika Anda merasa tertarik dengan seseorang, Anda ingin melihat Si Dia sesering mungkin.

Menjaga kontak mata juga bisa menjadi salah satu teknik flirting yang baik. Sebab, bahasa tubuh ini menunjukkan kalau Anda tertarik pada hal yang ia bicarakan. Jadi, mengunci pandangan pada seseorang yang disuka dapat membuat Anda merasa jatuh cinta padanya.

4. Merasa akrab
Saat mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama, biasanya Anda akan merasa seperti pernah bertemu dengan orang tersebut. Tidak ada perasaan terpaksa, semua berjalan nyaman seakan Anda sudah akrab sebelumnya.

Merasakan kenyamanan seperti ini dengan seseorang merupakan pertanda baik jika kalian berdua memiliki hubungan yang berjalan baik.

5. Tertarik dengan sikapnya
Merasa tertarik dengan sikap seseorang dapat menjadi tanda jatuh cinta, termasuk pada pandangan pertama. Misalnya, Anda tertarik pada caranya berjalan, caranya berbicara, atau cara ia bersikap pada orang-orang di sekitarnya. 

Walaupun banyak ahli menganggap ini sebagai mitos, beberapa orang meyakini bahwa cinta pandangan pertama memang benar adanya. Perasaan gembira yang membuncah dan debaran jantung tak beraturan membuat mereka yakin bahwa ia menemukan cintanya pada pertama kali melihat seseorang.

Selain itu, perasaan dejavu atau déjà vu juga bisa menyertai hal ini. Perasaan di mana Anda merasa telah mengenal orang tersebut di masa lalu, padahal jelas-jelas Anda baru melihatnya 5 detik yang lalu. Atau mungkin pada pandangan pertama Anda merasa separuh diri Anda, seperti tertarik ke arahnya layaknya sebuah magnet.

Namun, bagaimanapun juga, Anda tetap memerlukan relasi dan interaksi secara langsung untuk menentukan apakah Si Dia benar-benar sosok yang Anda cintai atau bukan.

Maka dari itu, Anda harus mengakui bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar mencintainya pada pandangan pertama. Harus ada relasi yang terjalin dengan baik untuk mencintai seseorang karena cinta tidak datang secara instan.

Usaha untuk mengenal seseorang dapat bersifat kognitif, yaitu berdasarkan apa yang ia katakan kepada Anda, dan emosi apa yang dia ungkapkan. Kemudian, bisa melalui nada suara, caranya berperilaku, hingga bagaimana dia menyikapi sesuatu.

Hal tersebut tidak berarti bahwa semua jenis perkenalan semacam itu diperlukan untuk “mencintai pada pandangan pertama”. Namun, untuk menegaskan bahwa itu benar-benar cinta atau bukan, tidak dapat dibatasi hanya dengan persepsi visual.

Perkenalan semacam ini membuat Anda bisa lebih banyak menilai dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, apakah Si Dia memiliki selera humor yang sama dengan Anda? Apakah visi, misi, dan sikapnya sesuai dengan nilai yang Anda anut? Atau apakah Anda merasa nyaman apabila berada di dekatnya?

Evaluasi semacam itu dapat terjadi pada tahapan yang lebih dari sekadar tatapan atau pertemuan pertama. Nah, dari situlah cinta pada pandangan pertama dapat berubah menjadi lebih dalam dan berkelanjutan.

7 Kualitas Terpenting Seorang Pria Bisa Kita Jadikan Suami.

Pria yang Anda kencani mungkin tampak menarik, tetapi bagaimana Anda bisa yakin bahwa dia memiliki semua kualitas pria yang baik – dan bahkan mungkin sebagai suami? 

Dalam hal menemukan cinta sejati, jika Anda menginginkan tipe pria yang mampu berkomitmen dalam hubungan yang sehat, Anda ingin memastikan bahwa dia memiliki ciri dan karakteristik kepribadian tertentu yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan definisi Anda tentang pria yang baik. Melansir laman Your Tango, berikut ini kualitas pria yang baik untuk menjadi pacar atau suami. 

7 kualitas pria untuk menjadi pacar dan suami terbaik

1. Kedewasaan
Anda akan dapat dengan cepat menentukan kematangan emosi seorang pria dengan mengamati bagaimana dia bereaksi terhadap situasi dan bagaimana dia memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Di restoran, misalnya, ketika server membutuhkan waktu lebih lama dari yang Anda harapkan untuk sampai ke meja Anda, bagaimana reaksinya? Apakah dia mengambilnya dengan tenang, atau apakah dia marah? Apakah dia berteriak ke server saat pesanan tercampur?

Bahkan jika dia sedang dalam perilaku terbaiknya, sulit bagi siapa pun untuk menyembunyikan kebiasaan lama. Perhatikan dia dengan saksama dan Anda akan dapat menentukan apakah Anda berada di jalan yang benar.

2. Tujuan
Para ahli mengatakan bahwa pria memperoleh sebagian besar identitas mereka dari mimpi mereka. Jika seorang pria sedang menciptakan dan bekerja untuk sesuatu yang lebih besar dari dirinya, dia cenderung lebih puas, dan sebagai hasilnya, dia bisa menjadi pasangan yang lebih baik.

3. Keramahan
Mayoritas pria yang menikah memiliki teman yang menikah dalam setahun terakhir. Anda dapat belajar banyak tentang karakter seorang pria dari kualitas pertemanannya dan kualitas pria yang berteman dengannya.

Apakah teman-temannya sudah dewasa? Apakah mereka berbagi nilai-nilai Anda dan juga menunjukkan kualitas menjadi pria yang baik? Apakah dia mempertahankan persahabatan selama bertahun-tahun?

4. Ketersediaan
Banyak pria tetap tidak tersedia secara emosional karena hubungan mereka tumpang tindih. “Single” tidak selalu berarti siap menjalin hubungan. Jika dia menjalin hubungan dengan mantannya atau dia sibuk dengan pekerjaan yang dia tidak punya tempat untuk orang lain, dia akhirnya akan menyakitimu, karena dia tidak siap untuk hubungan jangka panjang dan dia pria yang baik untuk menjadi pacar.

5. Kejujuran
Banyak pria berpikir bahwa jika mereka mendekati wanita yang dikencani dengan sikap sembrono, wanita akan tiba-tiba jatuh cinta pada mereka. Tapi hubungan dengan pria yang suka bermain-main hanya akan berakhir dengan air mata. Pria yang berkualitas harus bisa menatap langsung ke mata Anda dan mengekspresikan dirinya. Sesuatu yang kurang dari itu, dan dia lemah, dan Anda tidak harus puas dengan itu.

6. Kebaikan
Pria yang siap untuk hubungan yang sehat cenderung sudah melewati beberapa fase kehidupan yang berbeda. Terutama, fase “kesenangan dan petualangan” mereka. Ini menunjukkan bahwa hidupnya tidak hanya tentang dirinya, yang sangat penting dalam memulai sebuah keluarga.

7. Kejujuran
Pria tidak selalu melakukan hal yang benar, atau bahkan tahu apa yang benar. Tetapi selama seorang pria jujur tentang hal itu, Anda dapat menghadapinya. Jika ia menyembunyikan sesuatu, hal itu dapat merusak kepercayaan dan berdampak negatif pada kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya.

Menemukan pria yang merupakan kombinasi dari sahabat, kekasih, dan pasangan – mungkin hanya salah satu hal tersulit di dunia. Banyak wanita ingin menghentikan pencarian pacar atau suami. Sayangnya, pencarian orang baik membutuhkan banyak usaha, perencanaan, dan pencarian prospek. Imbalannya hampir tidak pernah langsung, tetapi jika Anda konsisten dan jelas, Anda akan bertemu dengan pria fantastis yang layak Anda cintai!

Ini 8 Pertanyaan untuk Tahu Bedanya Mencintai vs. Jatuh Cinta.

Mencintai dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda. Walau tampak sama, ada jurang yang cukup dalam di antara keduanya. Contohnya saja seorang anak yang berkata pada ibunya “Aku cinta ibu.” Kalimat tersebut artinya anak tersebut mencintai ibunya tapi tidak jatuh cinta dengan ibunya. Dalam sebuah hubunganpun, akan sangat menyedihkan untuk kedua belah pihak saat kamu mencintai pasanganmu tapi tidak jatuh cinta padanya.

Kamu harus tahu apakah kamu mencintai pasanganmu atau jatuh cinta pada mereka. Dengan mengetahui kenyataan ini, kamu akan sadar tentang bagaimana kamu akan menjalani kehidupanmu selanjutnya. Apakah kamu akan bertahan, atau menyudahi saja hubunganmu dengan pasanganmu. Kamu perlu jatuh cinta pada pasanganmu untuk membuat hubunganmu memiliki hasrat. 8 pertanyaan ini akan membantumu untuk mengetahui apakah kamu mencintai atau jatuh cinta dengan pasanganmu.

1. “Apakah hubunganmu melalui tahap alami?”.

Semua hubungan memiliki tahap awalnya sebelum benar-benar menjadi pacar. Ada pertemuan, kemudian pendekatan baru akhirnya menjadi pacar. Dalam proses itu, kamu harus tahu apakah kamu mencintai orang tersebut atau benar-benar jatuh cinta pada orang itu. Jika kamu benar-benar jatuh cinta, maka perasaan yang kamu rasakan adalah perasaan yang ditimbulkan dari dirimu sendiri yaitu gairah, kepemilikan, semangat, kehangatan, keintiman, serta kerinduan.

Sedangkan kalau kamu mencintai, maka perasaan itu datang dari luar tubuhmu seperti kamu mencintai pasanganmu karena dia baik, karena dia pengertian atau karena dia tipe idealmu. Belum tentu kamu benar-benar jatuh cinta padanya hanya karena dia memiliki semuanya itu.

2. “Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatmu merasakan semangat atau gairah dengan pasanganmu itu sendiri?”.

Dalam jatuh cinta, kamu butuh energi yang bisa membuatmu semangat menjalin hubungan dengannya. Banyak orang salah paham tentang ini. Banyak orang berpikir bahwa proses tetap jatuh cinta ini terjadi secara alami dan tidak butuh usaha sama sekali.

Padahal yang benar adalah cinta itu butuh dikerjakan. Jika kamu merasa ada perubahan dalam hubunganmu karena kamu sudah menjalin hubungan cukup lama dengannya, maka kamu perlu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi denganmu sehingga dia memiliki semangat dan gairah untuk terus bersamamu.

3. “Apakah menurutmu akan ada hubungan yang lebih memuaskan untukmu selain dengan pasanganmu sekarang?”.

Jika kamu pernah memikirkan hal ini maka itu bisa jadi karena ada yang kurang dari hubunganmu sekarang. Apa yang kurang? Yang kurang adalah jatuh cinta itu sendiri. Saat kamu benar-benar jatuh cinta dengan pasanganmu, maka kamu tidak akan memikirkan orang lain selain pasanganmu itu sendiri. Tapi kalau kamu masih merasakan kemungkinan dari pertanyaan di atas, maka kamu tidak jatuh cinta dengan pasanganmu.

4. “Apakah kamu pernah memiliki chemistry dengan pasanganmu?”.

Kamu sendiri yang bisa menilai apa kamu punya ikatan ini. Jangan sampai kamu tidak memiliki chemistry dengan pasanganmu karena itu artinya hubunganmu hanya terjalin karena keadaan, karena waktunya tepat, karena dia baik, karena kamu sudah waktunya memiliki pacar, tapi sebenarnya tidak benar-benar kamu inginkan. Kamu perlu merasakan ajaibnya seseorang yang jatuh cinta dengan orang lain agar kamu bisa merasakan sengatan aneh tapi menakjubkan dari dalam dirimu sendiri, bukan dari keadaan.

5. “Apakah kamu tinggal dalam ketakutan?”.

Bagaimana kalau kamu tidak bisa memiliki pasangan saat usiamu yang sudah waktunya? Apakah ada potensi kamu untuk meninggalkan pasanganmu yang sekarang? Bagaimana kelanjutan hubunganmu dengannya nanti? Perubahan selalu merupakan hal yang menyeramkan. Tidak ada jaminan dalam hidup ini tapi terkadang kamu harus mengikuti apa kata hatimu.

Kamu harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi itu tidak kebetulan. Ada makna dari ketakutan yang kamu rasakan. Itu bisa jadi karena kamu sebenarnya tidak cocok dengan pasanganmu yang sekarang sehingga kamu dihantui dengan ketakutan tidak beralasan. Itu bisa jadi karena kamu hanya mencintai pasanganmu karena keadaan.

6. “Apakah kamu takut menyakiti pasanganmu jika kamu meninggalkannya?”

Hanya karena kamu tidak jatuh cinta, tidak berarti kamu tidak mencintai dan merawat pasanganmu sekarang. Tapi jika kamu tetap tinggal bersama dengan pasangan yang tidak bisa membuatmu jatuh cinta, maka kamu sendiri yang akan tersiksa. Rasa terpaksa akan muncul dalam dirimu bahwa kamu akan terus menjalin hubungan dengannya karena kalian yang sudah lama berpacaran dan tidak mungkin putus karena takut dibicarakan orang lain. Dalam hubunganmu, yang terpenting itu perasaanmu sendiri, bukan pandangan orang tentang apa yang seharusnya kamu lakukan.

7. “Apakah kamu menemukan dirimu sendiri saat bersama dengannya?”

Bahkan saat kamu memiliki hubungan dengan orang lainpun, kamu harus tetap menemukan dirimu dan mempertahankannya. Jangan sampai kamu tidakkehilangan dirimu sendiri hanya karena kamu takut kehilangan pacar dan sendirian. Sendiri lebih baik asal kamu menemukan dirimu daripada berada dalam hubungan tapi kehilangan dirimu sendiri.

Jika kamu jatuh cinta dengan pasanganmu, kamu tidak akan membiarkan dia mengambil siapa sebenarnya dirimu karena dirimu yang sebenarnya itu benar-benar jatuh cinta dengannya. Tapi jika kamu mencintai pasanganmu, maka kamu akan mengesampingkan tentang jati diri dan mengutamakan status itu tadi.

8. “Apakah kamu cemburu saat melihat pasanganmu bersama dengan orang lain?”

Cemburu adalah hal yang wajar. Jika kamu hanya mencintai pasanganmu, maka kamu tidak memiliki gairah yang berarti untuk mempertahankannya. Kamu memang akan marah, tapi setelah itu sudah. Pasanganmu yang berdekatan dengan orang lain tidak akan mempengaruhimu dengan begitu banyak. Tapi saat kamu benar-benar jatuh cinta, maka ada dorongan untuk mempertahankan psanganmu bagaimanapun caranya. Kamu akan membuatnya tetap berada di sampingmu karena kamu tidak tahu apa jadinya hidupmu tanpanya.

Cinta melewati banyak tahap dari waktu ke waktu. Jika kamu tidak bisa menentukan antara “Aku mencintaimu” dan “Aku jatuh cinta padamu,” lebih adil untuk jujur dan terus melangkah terus sampai kamu menemukan jawaban yang tepat. Setelah mengetahui jawabannya, maka kamu akan bisa memutuskan tindakan apa yang akan kamu ambil. Lebih baik berpisah sekarang daripada tersiksa dalam hubungan yang hambar.

5 Pertanyaan untuk Tahu Apakah Pacar Cinta Mati sama Kamu.

Menjalani hubungan dalam kurun waktu yang lama enggak berarti pacar udah cinta mati sama kamu. Bisa jadi bukannya cinta mati, dia justru masih menjadi pacarmu cuma karena terpaksa, atau malas mencari yang baru.Pengin, dong, memastikan pacar benar-benar cinta mati sama kamu? Sebenarnya gampang, kok, untuk tahu apakah pacar cinta mati sama kamu atau enggak. Dikutip dari Bustle, lemparkan aja lima pertanyaan di bawah ini.

1.”Gimana kamu ngelihat hubungan kita sejauh ini? Aku penasaran, deh.”

Ilustrasi.

Pertanyaan terbuka kayak gini bisa membantu kamu mengetahui apakah dia udah cinta mati atau belum. Coba minta dia menjelaskan bagaimana perasaannya kepadamu selama ini. Jawaban dari pacar bisa membantumu mengetahui apa yang ada di pikirannya. Kalau dia jawabnya jujur, panjang lebar, sampai membeberkan hal-hal yang selama ini dipendam, kemungkinan besar dia udah nyaman, merasa percaya, dan cinta mati sama kamu.Makanya, biar makin jelas mengetahui dia udah cinta mati atau belum, jangan sampai pacar cuma jawab pendek-pendek dan sekadarnya. Kayak “hubungan kita baik-baik aja, kok”, atau “ya, begini aja”. Capek, deh.

2.”Apa, sih, yang kamu rasain tiap kali kita berantem?”

Ilustrasi.

Pertanyaan ini lebih menjurus ke perasaan dia kepadamu selama pacaran. Kalau jawabannya dia merasa sedih dan cemas tiap kali berantem, ini adalah tanda pacar udah cinta mati sama kamu.Selain biar tahu seberapa cinta mati dia sama kamu, dengan mengetahui jawabannya, kalian berdua juga bisa menghindari hal-hal yang enggak diinginkan saat berantem.

3.”Ke mana kamu mau membawa hubungan ini?”

Ilustrasi.

Kalau ini pertanyaan yang cukup serius, gaes. Tapi enggak usah takut buat melemparkan pertanyaan ini ke pacar, ya. Sebab, gimanapun kamu mencoba menghindarinya, pertanyaan ini bakal muncul di hubungan kalian cepat atau lambat. Pertanyaan satu ini enggak cuma bisa membantu kamu mengetahui dia cinta mati atau enggak, tapi juga menentukan masa depan kalian berdua sebagai pasangan.So, kalau dia jawabnya serius pengin berkomitmen dan membawa hubungan kalian ke tahap selanjutnya, seperti menikah dan tinggal bersama, berarti ini jadi tanda positif, lho.

4.”Apa satu hal yang sekarang paling kamu prioritaskan di hidup ini?”

Ilustrasi.

Dengan memahami apa yang lagi pacar prioritaskan di hidupnya, kamu bisa mengetahui di mana posisimu di hidup dia, dan seberapa cinta mati dia sama kamu.Maka, cobalah cari tahu apa yang lagi dia prioritaskan, dan alasan di baliknya. Kamu juga jadi bisa tahu apa yang sedang pacar cari di hidupnya. Kalau dia masih memprioritaskan kamu di hidupnya, udah enggak usah diragukan lagi bahwa dia udah cinta mati, gaes.

5.”Gimana kamu melihat kita dalam setahun atau lima tahun ke depan?”

Ilustrasi.

Enggak cuma untuk mengetahui seberapa berkomitmen pacar sama kamu, pertanyaan ini juga buat mengetahui apakah dia udah cinta mati atau belum.Kamu juga bisa tanyakan ke pacar, gimana dia melihat dirinya lima tahun ke depan. Kalau jawaban dia selalu ada kamu di bagian dari imajinasinya, maka yakinlah bahwa dia udah cinta mati sama kamu.