7 Kualitas Terpenting Seorang Pria Bisa Kita Jadikan Suami.

Pria yang Anda kencani mungkin tampak menarik, tetapi bagaimana Anda bisa yakin bahwa dia memiliki semua kualitas pria yang baik – dan bahkan mungkin sebagai suami? 

Dalam hal menemukan cinta sejati, jika Anda menginginkan tipe pria yang mampu berkomitmen dalam hubungan yang sehat, Anda ingin memastikan bahwa dia memiliki ciri dan karakteristik kepribadian tertentu yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan definisi Anda tentang pria yang baik. Melansir laman Your Tango, berikut ini kualitas pria yang baik untuk menjadi pacar atau suami. 

7 kualitas pria untuk menjadi pacar dan suami terbaik

1. Kedewasaan
Anda akan dapat dengan cepat menentukan kematangan emosi seorang pria dengan mengamati bagaimana dia bereaksi terhadap situasi dan bagaimana dia memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Di restoran, misalnya, ketika server membutuhkan waktu lebih lama dari yang Anda harapkan untuk sampai ke meja Anda, bagaimana reaksinya? Apakah dia mengambilnya dengan tenang, atau apakah dia marah? Apakah dia berteriak ke server saat pesanan tercampur?

Bahkan jika dia sedang dalam perilaku terbaiknya, sulit bagi siapa pun untuk menyembunyikan kebiasaan lama. Perhatikan dia dengan saksama dan Anda akan dapat menentukan apakah Anda berada di jalan yang benar.

2. Tujuan
Para ahli mengatakan bahwa pria memperoleh sebagian besar identitas mereka dari mimpi mereka. Jika seorang pria sedang menciptakan dan bekerja untuk sesuatu yang lebih besar dari dirinya, dia cenderung lebih puas, dan sebagai hasilnya, dia bisa menjadi pasangan yang lebih baik.

3. Keramahan
Mayoritas pria yang menikah memiliki teman yang menikah dalam setahun terakhir. Anda dapat belajar banyak tentang karakter seorang pria dari kualitas pertemanannya dan kualitas pria yang berteman dengannya.

Apakah teman-temannya sudah dewasa? Apakah mereka berbagi nilai-nilai Anda dan juga menunjukkan kualitas menjadi pria yang baik? Apakah dia mempertahankan persahabatan selama bertahun-tahun?

4. Ketersediaan
Banyak pria tetap tidak tersedia secara emosional karena hubungan mereka tumpang tindih. “Single” tidak selalu berarti siap menjalin hubungan. Jika dia menjalin hubungan dengan mantannya atau dia sibuk dengan pekerjaan yang dia tidak punya tempat untuk orang lain, dia akhirnya akan menyakitimu, karena dia tidak siap untuk hubungan jangka panjang dan dia pria yang baik untuk menjadi pacar.

5. Kejujuran
Banyak pria berpikir bahwa jika mereka mendekati wanita yang dikencani dengan sikap sembrono, wanita akan tiba-tiba jatuh cinta pada mereka. Tapi hubungan dengan pria yang suka bermain-main hanya akan berakhir dengan air mata. Pria yang berkualitas harus bisa menatap langsung ke mata Anda dan mengekspresikan dirinya. Sesuatu yang kurang dari itu, dan dia lemah, dan Anda tidak harus puas dengan itu.

6. Kebaikan
Pria yang siap untuk hubungan yang sehat cenderung sudah melewati beberapa fase kehidupan yang berbeda. Terutama, fase “kesenangan dan petualangan” mereka. Ini menunjukkan bahwa hidupnya tidak hanya tentang dirinya, yang sangat penting dalam memulai sebuah keluarga.

7. Kejujuran
Pria tidak selalu melakukan hal yang benar, atau bahkan tahu apa yang benar. Tetapi selama seorang pria jujur tentang hal itu, Anda dapat menghadapinya. Jika ia menyembunyikan sesuatu, hal itu dapat merusak kepercayaan dan berdampak negatif pada kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya.

Menemukan pria yang merupakan kombinasi dari sahabat, kekasih, dan pasangan – mungkin hanya salah satu hal tersulit di dunia. Banyak wanita ingin menghentikan pencarian pacar atau suami. Sayangnya, pencarian orang baik membutuhkan banyak usaha, perencanaan, dan pencarian prospek. Imbalannya hampir tidak pernah langsung, tetapi jika Anda konsisten dan jelas, Anda akan bertemu dengan pria fantastis yang layak Anda cintai!

Catat,ini 10 Tanda Pasangan Over Protektif.

Kasih sayang dalam hubungan dapat diungkapkan dengan berbagai cara. Komunikasi yang hangat, perhatian, perlindungan, dan pengorbanan adalah beberapa bentuk implementasi cinta. Sebagai perempuan, tentu ingin selalu dilindungi oleh cowok kita. Namun, apa jadinya jika dia over protektif yang akhirnya jadi mengekang segala keinginan.

Pria yang over protektif bahkan selalu ingin tahu setiap kegiatan pasangannya. Sikap ini membuat tidak nyaman dan justru ingin menjauh darinya. Apakah pasanganmu termaksuk pria over protektif? Coba cek tanda-tandanya seperti dikutip dari laman Boldsky, berikut ini.

1. Mengintimidasi
Dia akan menanyakan dengan detail apa saja kegiatanmu hari ini, bersama siapa, di mana, dan melakukan apa. Kalau masih belum yakin, dia bakal mengecek langsung dan membuktikan apakah perkataanmu benar atau bohong. Orang seperti ini mengintimidasi pasangannya dan membuat mereka tidak nyaman.

2. Kepo
Dia akan mencari celah saat kamu lupa di mana meletakkan ponsel. Kemudian dia akan memeriksa panggilan telepon dan pesan untuk mengetahui dengan siapa saja kamu berkomunikasi, kapan, dan berapa lama. Bahkan ketika kamu sedang menelepon seseorang, dia akan menguping dan mencari tahu apa yang kalian perbincangkan.

3. Komentar soal penampilan
Dia mulai mengomentari pakaian yang kamu kenakan. Warnanya terlalu terang, modelnya kurang pantas, aksesorisnya tidak cocok, dan banyak lagi penilaian dia terhadap penampilanmu. Jika sudah kelewatan, dia akan langsung menyuruhmu mengenakan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya.

4. Agresif
Ketika kalian sedang bersama dengan teman-teman, dia tak akan membiarkan siapapun mencandaimu atau membuat lelucon tentangmu. Jika ada yang berani melakukan itu, dia tak segan balik membalas dengan lebih kasar.

5. Merasa paling benar
Ini adalah tanda yang sangat umum pada cowok over protektif. Dia merasa paling benar dalam segala hal, dan membuatmu inferior atau merasa rendah diri.

6. Cemburu buta
Dia sangat cemburu dan terus menanyakan cintamu kepadanya. Menagih cinta adalah salah satu caranya untuk memastikan apakah kamu masih mencintainya atau tidak. Dan, jangan harap kamu bisa punya teman, selain dia. Sebab semua orang yang dekat denganmu akan membuatnya cemburu.

7. Aku yang pertama dan utama
Dia selalu ingin mendapat perhatian darimu. Jika sambungan telepon dan pesan yang dia kirim tidak segera direspons, dia akan marah-marah tanpa peduli betapa sibuknya kamu. Pokoknya dia ingin kamu menjadikannya yang pertama dan utama di atas segala hal.

8. Sensitif
Tak ada orang yang boleh dekat denganmu, selain dia. Sifat sensitifnya melebihi apa yang kamu bayangkan dan itu membuatmu tak punya teman.

9. Dia selalu ada di sampingmu
Dia tak akan membiarkanmu seorang diri. Baginya ini menjadi bentuk perhatian, sedangkan buat kamu cara ini berlebihan. Memang asyik jika ditemani orang terkasih ke manapun pergi, tapi kalau terus-terusan begitu, kamu tak akan punya kesempatan untuk lepas darinya, walau sejenak.

10. Kamu selalu salah
Apapun yang kamu lakukan selalu salah baginya. Masih berkaitan dengan poin 5 di atas, menempatkanmu pada posisi yang salah akan menguatkan eksistensinya dalam kehidupanmu.

Mengapa Cinta Pertama Susah Dilupakan, Ini Alasan Medisnya

https://myquestionsaboutlove.com – Tak sedikit film atau lagu yang mengangkat tema tentang cinta pertama. Karena katanya, cinta pertama itu tidak akan pernah terlupakan alias selalu bikin gagal move on! Dengan demikian, meski kisah percintaan Anda itu sudah lama sekali berlalu, tetapi sangat mudah untuk mengingatnya kembali.

Tidak dimungkiri, fenomena-fenomena tersebut memang sering terjadi. Saking seringnya, banyak yang mengatakan bahwa nama orang dan memori yang terjadi saat berkencan dengan cinta pertama akan selalu terukir di otak sehingga bisa membuat Anda terbawa perasaan saat memikirkannya.

Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, saat merasa tertarik dan jatuh cinta pada seseorang, Anda menjadi lebih antusias daripada biasanya. Anda menjadi ingin banyak tahu tentang si dia dan selalu ingin berada di dekatnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh otak yang terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin dan norepinefrin yang membuat Anda lebih waspada atau peka.

Ketika Anda bersama dengan orang yang disukai atau setidaknya hanya memikirkan si tambatan hati, otak akan membacanya sebagai bentuk kenikmatan. Pada akhirnya, otak akan terus memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jadi, sudah tahu ‘kan mengapa saat jatuh cinta rasanya selalu indah? Itu karena memang otak ikut memainkan peran dalam menciptakan hormon-hormon sensitif dan kenikmatan.

Penyebab cinta pertama susah dilupakan

Lalu, bagaimana dengan cinta pertama yang sulit dilupakan? Bagaimana otak memengaruhi hal tersebut sehingga Anda sulit melupakannya?

Sebenarnya, tanpa mengaitkannya dengan fungsi otak, Anda menyetujui bahwa apapun yang dilakukan pertama kali pasti akan lebih mudah diingat. Sehingga, selain masalah otak, sensasi pertama juga berperan penting di sini.

Ketika Anda jatuh cinta, semua memori tersimpan dalam area sensorik otak. Saat mencium sebuah aroma atau mendengarkan lagu, Anda mungkin langsung teringat pada cinta pertama. Pasalnya, saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala.

Dikatakan oleh dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk seperti kacang. Organ ini mampu mengatur ingatan yang berkaitan dengan emosi, termasuk rasa takut dan senang.

Karenanya, bila Anda mencium aroma minyak wangi seperti yang dipakai oleh si mantan, atau mendengar lagu tertentu yang berkaitan dengan si dia, akan timbul lagi suatu ingatan dan perasaan, yang berkaitan dengan orang tersebut.

Gejolak Hormon

Tak berhenti di situ, cinta pertama juga biasanya dialami oleh remaja yang sedang terpengaruh gejolak hormon. Apa pun yang dipengaruhi oleh gejolak hormon biasanya memang akan lebih berkesan. Bahkan, sebuah penelitian yang meminta sekelompok lansia untuk menceritakan mengenai ingatan sepanjang hidup, sebagian besar dari mereka justru menjawab tentang pengalaman cinta pertama!

Cinta pertama sulit dilupakan karena ada beberapa saraf yang letaknya sangat dekat dengan organ pengatur ingatan alias amigdala. Memang, tak ada yang menjamin bahwa Anda akan mengalami kebahagiaan atau rasa sakit seperti saat pertama kali jatuh cinta. Namun, Anda disarankan untuk tidak berhenti mencintai, khususnya pada orang yang diyakini menjadi teman hidup.

Sementara itu dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter mengatakan bahwa jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan. Misalnya, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa nyeri, dan menstabilkan tekanan darah maupun frekuensi denyut nadi sehingga jantung lebih sehat. Jadi, walau Anda masih suka teringat cinta pertama, jangan sampai membuat hidup ‘berhenti’ dan kapok jatuh cinta, ya!

Berapakah Usia Yang Paling Tepat Anak Remaja Boleh Pacaran? Ini Kata Para Ahli!

Sebagai orangtua, Anda mungkin khawatir ketika mengetahui anak sudah mulai berpacaran. Orangtua biasanya memikirkan dampak buruk yang muncul saat anak tertarik dengan lawan jenis. Namun, bukankah anak remaja memang belum siap pacaran? Apakah mereka sebenarnya sudah bisa memahami apa itu pacaran? Simak penjelasan lengkap soal pacaran pada anak remaja di bawah ini.

Kapan anak sudah boleh pacaran?

Pada masa pubertas, yaitu usia 11 sampai 20 tahun, rasa suka atau tertarik dengan lawan jenis sudah mulai bisa dirasakan oleh remaja. Hal ini terjadi karena hormon seksual atau reproduksi meningkat.

Jika anak Anda mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenisnya, hal tersebut sangatlah normal pada tahap perkembangan remaja.

Masa remaja adalah masa di mana anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, terutama mengenai perasaan dan lawan jenis di sekitarnya.

Namun, usia anak sebenarnya tidak bisa menjadi tolak ukur yang tepat untuk menentukan kapan boleh mulai pacaran. Masalahnya, kadang usia tidak benar-benar menggambarkan kedewasaan anak.

Hal yang bisa dijadikan contoh adalah remaja berusia 15 tahun bisa saja jauh lebih dewasa daripada kakaknya yang berusia 18 tahun.

Sedangkan untuk mulai pacaran, perkembangan psikologis, kematangan mental, dan kedewasaan justru yang jadi kunci untuk membangun hubungan romantis dengan orang lain secara sehat dan bertanggung jawab.

Melihat kesiapan mental anak

Lalu bagaimana cara menilai kedewasaan dan kematangan mental anak Anda? Anda bisa melihatnya dari perilaku dan kebiasaan anak sehari-hari.

Misalnya, apakah anak bisa diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanggung jawabnya?

Tanggung jawab tersebut bisa sesederhana membereskan kamarnya sendiri dan membantu adiknya belajar. Bisa juga soal hal-hal besar seperti kelancaran studi di sekolah serta presensi yang baik (tidak pernah membolos).

Anda juga bisa menilai kesiapan anak atau remaja untuk pacaran dengan melihat cara ia berkomunikasi, apakah sudah efektif atau belum. Misalnya kalau anak sering berbohong.

Ini berarti anak belum betul-betul memahami bagaimana caranya berkomunikasi secara jujur dan terbuka. Padahal, untuk menjalin hubungan dengan orang lain, anak harus tahu cara berkomunikasi yang baik.

Menurut para ahli, ini usia yang tepat untuk anak pacaran

Meskipun usia sebenarnya tidak bisa dijadikan tolak ukur mulai pacaran, para ahli punya saran kapan kira-kira anak boleh pacaran.

Dikutip dari Healthy Children, ada perbedaan umur yag bisa terlihat ketika anak atau remaja ingin mulai pacaran. Anak perempuan biasanya di usia 12,5 tahun sedangkan anak laki-laki berada di usia 13, tahun.

Namun, hal ini tidak seperti yang dipikirkan orangtua. Pada usia ini, remaja lebih suka pergi berkelompok karena merasa lebih aman dan tidak canggung.

Tidak hanya itu saja, mereka juga menikmati waktu kebersamaan satu sama lain.

Menurut dokter anak dari Denver Health Medical Center di Amerika Serikat (AS), dr. Ron Eagar, biasanya perkembangan psikologi remaja dan kedewasaannya sudah cukup baik pada usia 16 tahun.

Angka tersebut tentu bukanlah patokan yang harus diberlakukan pada setiap anak remaja untuk mulai pacaran.

Namun, menurut Dr. Ron Eagar, usia ini tergolong paling ideal bagi remaja untuk mulai jalan berduaan dengan pasangan.

Hal ini karena ia telah memiliki keberanian juga rasa aman yang sebelumnya belum dirasakan.

Pesan yang serupa juga disampaikan oleh seorang psikolog klinis asal AS Leslie Beth Wish. Leslie percaya bahwa anak berusia 15 sampai 16 tahun biasanya sudah mulai dekat dengan lawan jenis dan hal ini lumrah saja.

Akan tetapi, anak remaja mungkin baru benar-benar siap untuk menjalin hubungan romantis atau pacaran setelah menginjak usia 16 tahun.

Namun, ini semua kembali lagi pada kebijakan dan penilaian Anda sendiri sebagai orangtua.

Apa yang harus dilakukan saat anak mulai pacaran?

Anak remaja yang mulai pacaran jangan dilarang, tetapi justru didampingi dan diberi arahan yang benar. Ajak anak bicara dari hati ke hati untuk mengetahui konsep pacaran yang sehat.

Mengapa demikian? Terlalu mengekang justru membuat anak merasa asing dan semakin menjaga jarak dari Anda.

Lebih buruknya lagi, ada kemungkinan anak cenderung akan menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi, alias backstreet.

Arahan dari orangtua penting agar anak remaja yang sudah pacaran tidak mengganggu prestasi belajar anak.

Orangtua bisa memberi pengertian bahwa pacaran yang baik adalah bisa saling memberi motivasi.

Orangtua juga bisa memberi tahu anak bagaimana berlaku hormat, sopan, dan santun terhadap lawan jenisnya.

Hal ini pun berhubungan dengan pendidikan seksual yang seharusnya sudah diberikan orang tua pada anak.

Masalahnya, anak yang dilarang pacaran biasanya tetap akan berpacaran juga tanpa sepengetahuan Anda. Dengan begitu, Anda malah jadi semakin sulit memantau dan membimbing perilaku anak.

Anda cukup memberi pengertian pada anak apa saja konsekuensi dari pacaran. Misalnya apabila anak remaja sudah mulai macaran, harus bisa membagi waktu.

Waktu tersebut seperti bermain bersama teman, belajar, berkumpul bersama keluarga, dan untuk teman dekatnya tersebut. Dari situ, biarkan anak mengambil keputusan apakah saat ini pacaran adalah pilihan yang tepat atau tidak.

Risiko yang bisa terjadi dalam pacaran

Tugas Anda sebagai orang tua adalah dengan mengawasi serta membimbing anak remaja jika dia memang memutuskan untuk pacaran.

Setelah mendengarkan ceritanya, beri tahu secara jujur mengenai pendapat dan apa yang Anda rasakan. Anda juga bisa memberi aturan dan batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pacaran.

Ketika membangun suasana yang positif dan terbuka, anak akan menghargai kekhawatiran Anda. Lebih baiknya lagi, ada kemungkinan anak akan mempertimbangkan aturan dan batasan yang diberikan.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk memaparkan apa yang bisa terjadi ketika hubungan anak remaja saat pacaran tidak berjalan dengan baik.

Selain patah hati, Anda juga perlu memberitahu tanda-tanda apabila terjadi hubungan yang tidak sehat serta mengarah pada kekerasan.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda jelaskan kepada anak remaja mengenak pacarana yang tidak sehat:

  • Pasangan merasa mempunyai kontrol terhadap keputusan serta mengatur hidupnya.
  • Tidak menghormati serta keluar dari batasan.
  • Mengintimidasi juga mengendalikan pasangan.
  • Selalu bergantung pada anak Anda.
  • Tidak mempunyai sikap yang sopan terhadap orangtua.
  • Terlibat dalam kekerasan fisik maupun seksual.

Ini 8 Pertanyaan untuk Tahu Bedanya Mencintai vs. Jatuh Cinta.

Mencintai dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda. Walau tampak sama, ada jurang yang cukup dalam di antara keduanya. Contohnya saja seorang anak yang berkata pada ibunya “Aku cinta ibu.” Kalimat tersebut artinya anak tersebut mencintai ibunya tapi tidak jatuh cinta dengan ibunya. Dalam sebuah hubunganpun, akan sangat menyedihkan untuk kedua belah pihak saat kamu mencintai pasanganmu tapi tidak jatuh cinta padanya.

Kamu harus tahu apakah kamu mencintai pasanganmu atau jatuh cinta pada mereka. Dengan mengetahui kenyataan ini, kamu akan sadar tentang bagaimana kamu akan menjalani kehidupanmu selanjutnya. Apakah kamu akan bertahan, atau menyudahi saja hubunganmu dengan pasanganmu. Kamu perlu jatuh cinta pada pasanganmu untuk membuat hubunganmu memiliki hasrat. 8 pertanyaan ini akan membantumu untuk mengetahui apakah kamu mencintai atau jatuh cinta dengan pasanganmu.

1. “Apakah hubunganmu melalui tahap alami?”.

Semua hubungan memiliki tahap awalnya sebelum benar-benar menjadi pacar. Ada pertemuan, kemudian pendekatan baru akhirnya menjadi pacar. Dalam proses itu, kamu harus tahu apakah kamu mencintai orang tersebut atau benar-benar jatuh cinta pada orang itu. Jika kamu benar-benar jatuh cinta, maka perasaan yang kamu rasakan adalah perasaan yang ditimbulkan dari dirimu sendiri yaitu gairah, kepemilikan, semangat, kehangatan, keintiman, serta kerinduan.

Sedangkan kalau kamu mencintai, maka perasaan itu datang dari luar tubuhmu seperti kamu mencintai pasanganmu karena dia baik, karena dia pengertian atau karena dia tipe idealmu. Belum tentu kamu benar-benar jatuh cinta padanya hanya karena dia memiliki semuanya itu.

2. “Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatmu merasakan semangat atau gairah dengan pasanganmu itu sendiri?”.

Dalam jatuh cinta, kamu butuh energi yang bisa membuatmu semangat menjalin hubungan dengannya. Banyak orang salah paham tentang ini. Banyak orang berpikir bahwa proses tetap jatuh cinta ini terjadi secara alami dan tidak butuh usaha sama sekali.

Padahal yang benar adalah cinta itu butuh dikerjakan. Jika kamu merasa ada perubahan dalam hubunganmu karena kamu sudah menjalin hubungan cukup lama dengannya, maka kamu perlu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi denganmu sehingga dia memiliki semangat dan gairah untuk terus bersamamu.

3. “Apakah menurutmu akan ada hubungan yang lebih memuaskan untukmu selain dengan pasanganmu sekarang?”.

Jika kamu pernah memikirkan hal ini maka itu bisa jadi karena ada yang kurang dari hubunganmu sekarang. Apa yang kurang? Yang kurang adalah jatuh cinta itu sendiri. Saat kamu benar-benar jatuh cinta dengan pasanganmu, maka kamu tidak akan memikirkan orang lain selain pasanganmu itu sendiri. Tapi kalau kamu masih merasakan kemungkinan dari pertanyaan di atas, maka kamu tidak jatuh cinta dengan pasanganmu.

4. “Apakah kamu pernah memiliki chemistry dengan pasanganmu?”.

Kamu sendiri yang bisa menilai apa kamu punya ikatan ini. Jangan sampai kamu tidak memiliki chemistry dengan pasanganmu karena itu artinya hubunganmu hanya terjalin karena keadaan, karena waktunya tepat, karena dia baik, karena kamu sudah waktunya memiliki pacar, tapi sebenarnya tidak benar-benar kamu inginkan. Kamu perlu merasakan ajaibnya seseorang yang jatuh cinta dengan orang lain agar kamu bisa merasakan sengatan aneh tapi menakjubkan dari dalam dirimu sendiri, bukan dari keadaan.

5. “Apakah kamu tinggal dalam ketakutan?”.

Bagaimana kalau kamu tidak bisa memiliki pasangan saat usiamu yang sudah waktunya? Apakah ada potensi kamu untuk meninggalkan pasanganmu yang sekarang? Bagaimana kelanjutan hubunganmu dengannya nanti? Perubahan selalu merupakan hal yang menyeramkan. Tidak ada jaminan dalam hidup ini tapi terkadang kamu harus mengikuti apa kata hatimu.

Kamu harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi itu tidak kebetulan. Ada makna dari ketakutan yang kamu rasakan. Itu bisa jadi karena kamu sebenarnya tidak cocok dengan pasanganmu yang sekarang sehingga kamu dihantui dengan ketakutan tidak beralasan. Itu bisa jadi karena kamu hanya mencintai pasanganmu karena keadaan.

6. “Apakah kamu takut menyakiti pasanganmu jika kamu meninggalkannya?”

Hanya karena kamu tidak jatuh cinta, tidak berarti kamu tidak mencintai dan merawat pasanganmu sekarang. Tapi jika kamu tetap tinggal bersama dengan pasangan yang tidak bisa membuatmu jatuh cinta, maka kamu sendiri yang akan tersiksa. Rasa terpaksa akan muncul dalam dirimu bahwa kamu akan terus menjalin hubungan dengannya karena kalian yang sudah lama berpacaran dan tidak mungkin putus karena takut dibicarakan orang lain. Dalam hubunganmu, yang terpenting itu perasaanmu sendiri, bukan pandangan orang tentang apa yang seharusnya kamu lakukan.

7. “Apakah kamu menemukan dirimu sendiri saat bersama dengannya?”

Bahkan saat kamu memiliki hubungan dengan orang lainpun, kamu harus tetap menemukan dirimu dan mempertahankannya. Jangan sampai kamu tidakkehilangan dirimu sendiri hanya karena kamu takut kehilangan pacar dan sendirian. Sendiri lebih baik asal kamu menemukan dirimu daripada berada dalam hubungan tapi kehilangan dirimu sendiri.

Jika kamu jatuh cinta dengan pasanganmu, kamu tidak akan membiarkan dia mengambil siapa sebenarnya dirimu karena dirimu yang sebenarnya itu benar-benar jatuh cinta dengannya. Tapi jika kamu mencintai pasanganmu, maka kamu akan mengesampingkan tentang jati diri dan mengutamakan status itu tadi.

8. “Apakah kamu cemburu saat melihat pasanganmu bersama dengan orang lain?”

Cemburu adalah hal yang wajar. Jika kamu hanya mencintai pasanganmu, maka kamu tidak memiliki gairah yang berarti untuk mempertahankannya. Kamu memang akan marah, tapi setelah itu sudah. Pasanganmu yang berdekatan dengan orang lain tidak akan mempengaruhimu dengan begitu banyak. Tapi saat kamu benar-benar jatuh cinta, maka ada dorongan untuk mempertahankan psanganmu bagaimanapun caranya. Kamu akan membuatnya tetap berada di sampingmu karena kamu tidak tahu apa jadinya hidupmu tanpanya.

Cinta melewati banyak tahap dari waktu ke waktu. Jika kamu tidak bisa menentukan antara “Aku mencintaimu” dan “Aku jatuh cinta padamu,” lebih adil untuk jujur dan terus melangkah terus sampai kamu menemukan jawaban yang tepat. Setelah mengetahui jawabannya, maka kamu akan bisa memutuskan tindakan apa yang akan kamu ambil. Lebih baik berpisah sekarang daripada tersiksa dalam hubungan yang hambar.