Studi Membuktikan, Jatuh Cinta Membuat Seseorang Over Protektif.

Jatuh cinta itu merupakan pengalaman unik. Semua orang pasti memiliki pengalaman berbeda-beda terkait jatuh cinta. Salah satu penelitian membuktikan bahwa jatuh cinta membuat seseorang jadi lebih tenang secara emosional. Bahkan jatuh cinta bahkan bisa membuat seseorang jauh lebih protektif terhadap pasangannya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology membuktikan bahwa ketika jatuh cinta seseorang menjadi lebih protektif terhadap pasangannya karena ada dorongan alami mudah cemburu dan mudah khawatir akan keselamatan orang yang dicintai.

Jatuh cinta membuatmu lebih protektif.

Penelitian yang dilakukan di Florida State University ini menemukan bahwa ketika jatuh cinta tingkat kecemburuan seseorang akan lebih tinggi. Otak akan lebih waspada dan memproses kejadian di sekitar pasangan sebagai sesuatu yang membahayakan atau tidak.

Bisa dikatakan, orang menjadi lebih sensitif dalam menilai sesuatu, entah mengkhawatirkan keselamatan pasangan secara umum atau menjadi lebih mudah khawatir akan ditinggal selingkuh. Itulah mengapa seseorang menjadi over protektif ketika jatuh cinta. Meski memang sikap melindungi merupakan tanda cinta, namun jika berlebihan bisa berdampak buruk juga.

Itulah alasan mengapa seseorang jadi sering dilarang pasangannya keluar sendirian atau selalu menghubungi untuk memastikan baik-baik saja,

7 Tanda Anda Jatuh Cinta pada Orang yang Salah

 Saat jatuh cinta, mungkin banyak yang terlalu sibuk memikirkan baju apa yang akan dikenakan saat kencan, atau menyusun pesan manis yang akan dikirim ke pasangan. Tetapi, tanpa sadar melupakan hal penting lain yang menentukan keberhasilan sebuah hubungan.

Sebuah hubungan awalnya memang dipenuhi dengan hal-hal romantis dan menyenangkan. Namun, semua rasa gembira karena jatuh cinta terkadang justru akan menutupi tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa Anda telah jatuh cinta kepada orang yang salah.

Memastikan diri agar tidak terjebak dalam hubungan yang salah mungkin bukan hal mudah bagi sebagian orang. Hal itu bisa dikenai lewat sejumlah tanda. Berikut adalah tujuh tanda tersebut yang dirangkum dari akun YouTube Psych2Go.

1. Menahan Diri untuk Jujur di Depan Pasangan

Tanda pertama, saat sedang bersama pasangan, Anda cenderung menahan diri agar tidak mengatakan hal-hal yang membuatnya tersinggung atau bahkan marah. Ellen Bolin, seorang relationship coach profesional mengatakan dalam kondisi tersebut, Anda mungkin tidak ingin mengecewakan atau mengguncang hubungan yang telah Anda perjuangkan dengan pasangan.

Selain itu, Anda tanpa sadar terkesan terlalu berhati-hati saat berbicara dengannya dan mengkhawatirkan bagaimana reaksi pasangan terhadap perkataan, permintaan, atau perilaku Anda di depannya. Jika Anda merasa kesulitan untuk berkomunikasi secara bebas dengan pasangan, itu bisa menjadi pertanda buruk dan dapat mengakibatkan permasalahan yang lebih besar nantinya jika hubungan tetap dipertahankan.

2. Kelelahan Secara Emosional

Pakar kencan, Samantha Daniels mengungkapkan bahwa hubungan yang baik harusnya memberi energi lebih, bukan malah menguras energi. Tetapi, yang terjadi pada Anda adalah rasa lelah dan stres bertubi-tubi selama berhubungan. Anda terus-menerus merasa sedih dan terjebak dengan pasangan Anda sendiri. 

Itu tanda hubungan Anda tidaklah sehat. Tumbuhnya perasaan itu saat berada di dekat pasangan dapat menjadi salah satu tanda bahwa Anda jatuh cinta pada orang yang tidak tepat.

3. Tidak Merasa Aman.

Pernahkah mendapati pasangan melecehkan Anda secara verbal atau melakukan kekerasan fisik? Atau mungkin mengancam keselamatan Anda? Maka, hal terbaik yang harus dilakukan adalah keluar dari hubungan tak sehat itu.

Sangat penting untuk melakukan berbagai hal yang Anda perlukan untuk melarikan diri dari situasi yang menyakitkan tersebut. Kelilingilah diri Anda dengan orang yang benar-benar memedulikan keselamatan Anda.

Psikolog Craig Malkin menyatakan bahwa mayoritas korban kekerasan terlalu berpaku pada perlakuan positif dari pasangannya, seperti rasa sayang dan dapat diandalkan. Namun, bagaimana jadinya jika ternyata cinta tersebut selalu menyembunyikan rasa takut atau berujung menjadi hubungan yang tak sesuai harapan?.

4. Tidak Melihat Masa Depan Bersamanya

Saat Anda merasa akan lebih bahagia saat sedang tidak bersama dengan pasangan Anda, ini mungkin bisa menjadi tanda bahwa kalian bukanlah pasangan yang cocok. Bisa saja tujuan dan prinsip hidup Anda berbeda dengannya.

Anda perlu membedakan mana rasa cinta yang hanya bersifat sementara dan mana cinta yang akan bertahan lama. Hal ini akan membantu Anda memilih apakah harus bertahan atau meninggalkan hubungan tersebut.

5. Belum Pernah Bertemu Keluarga dan Teman.

Sudahkah pasangan Anda menemui keluarga dan teman Anda, atau sebaliknya? Jika belum, mungkin Anda atau dirinya memiliki perasaan belum yakin antarsatu dengan yang lain sehingga menghindari pertemuan dengan kerabat dekat masing-masing. Ini juga bisa mengindikasikan bahwa dia bukanlah orang yang terbaik untuk berada dalam kehidupan Anda.

6. Hanya Pikirkan Berkencan.

Penting untuk terus berusaha keras dalam mencapai tujuan hidup masing-masing. Jika pasangan Anda hanya mementingkan hubungan romantis dalam hidupnya tanpa ada kerja keras terhadap minat, pendidikan, atau karirnya, Anda harus mulai skeptis terhadapnya.

Jika pasangan Anda selalu menghindari percakapan tentang rencananya di masa depan, Anda perlu sedikit melangkah mundur dan pertanyakan kepada diri sendiri apakah pasangan Anda akan bertahan lama dalam hubungan yang Anda bangun bersamanya.

7. Anda Mulai Memikirkan Orang Lain

Penting untuk diketahui bahwa menyukai atau beranggapan ada orang lain yang lebih menarik dari pasangan Anda bukan semata-mata Anda perlu mencari pasangan baru secepatnya. Ada baiknya saat hal itu mulai terjadi, bicaralah dengan saling terbuka pada pasangan Anda.

Tanyakan kepada diri masing-masing, apakah ada perubahan dalam hubungan kalian, adakah yang perlu diperbaiki, dan hal-hal intim lainnya. Barulah kemudian temukan lagi hal-hal yang membuat Anda dan pasangan kembali jatuh cinta lagi. Penting untuk saling mengingatkan satu sama lain tentang hubungan yang telah terjalin, sebab komunikasi adalah salah satu kunci sukses untuk suatu hubungan.

Mitos atau Faktakah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama.

Banyak orang yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gebetan atau calon pasangannya. Tapi sebagian orang merasa itu hanya sesuatu yang mengada-ada alias tidak nyata. Jadi, cinta pada pandangan pertama sebenarya mitos atau fakta?

Istilah cinta pada pandangan pertama yang beredar di masyarakat sebenarnya masih keliru dan belum dapat dipahami dengan jelas. Hal ini karena saat menyebutkan cinta pada pandangan pertama banyak orang menafsirkan itu sebagai cinta yang Anda rasakan saat pertama kali melihat seseorang yang disukai.

Seorang psikolog asal Amerika mengemukakan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah suatu perasaan yang didasari oleh nafsu pandangan pertama karena yang pertama kali dilihat oleh mata adalah penampilan fisik. Maka dari itu, bisa jadi ketertarikan fisiklah yang sebenarnya dapat muncul.

Psikolog tersebut juga mengatakan bahwa cinta yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh. Jadi, perlu waktu yang cukup untuk dapat menentukan apakah itu cinta atau hanya sekadar ketertarikan fisik semata.

Cinta pandangan pertama pada gebetan atau calon pasangan hanyalah sebuah ketertarikan yang menggelora dalam hati saat itu, tetapi tidak mendalam. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan bahwa cinta ini tidak akan bisa dibawa ke arah hubungan yang lebih serius.

Sangat jarang terjadi pada cinta pandangan pertama bisa berlanjut ke hubungan yang lebih mendalam karena seiring berjalannya waktu, ternyata apa yang Anda pikirkan tentang seseorang tersebut bisa saja tidak sesuai dengan kenyataannya.

Pasalnya, mungkin ada beberapa pasangan yang mulanya hanya tertarik secara fisik, lalu setelah mengenal sosok satu sama lain secara lebih mendalam, cintanya terus tumbuh.

Ada beberapa tanda yang dianggap sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama, yaitu

1. Perut terasa mual saat bertemu Si Dia
Perut terasa mual atau dikenal pula dengan istilah butterfly in the stomach (kupu-kupu dalam perut) saat bertemu Si Dia, bisa jadi salah satu tanda Anda jatuh cinta pada pandangan pertama.

Menurut para ahli, hal tersebut dapat terjadi karena perasaan manusia dapat memengaruhi sistem pencernaan. Berdasarkan hasil laporan Harvard Health, adanya hubungan pencernaan dan otak yang erat membuat Anda merasakan sesuatu pada perut ketika mengalami berbagai emosi, termasuk senang, sedih, cemas, atau marah.

Jadi, perut terasa mual atau butterfly in the stomach bisa jadi akibat campuran rasa gembira dan senang yang Anda rasakan saat bertemu seseorang yang benar-benar Anda sukai.

2. Anda ingin tahu apa pun mengenai dirinya
Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang dan rasanya ingin tahu apa pun mengenai dirinya? Jika pernah, ini merupakan pertanda baik. Kekaguman yang tulus dan pemikiran apa pun mengenai seseorang merupakan tanda bahwa Anda sedang jatuh cinta padanya saat itu juga.

Namun perlu diingat, jika tertarik pada seseorang bukan berarti Anda dan dirinya dapat menjadi pasangan yang ideal. Mencari tahu dan mengenal seseorang lebih dalam merupakan salah satu cara apakah Anda dan orang tersebut memiliki kecocokan atau tidak.

Beautiful couple with nature.

3. Dia adalah satu-satunya orang yang Anda lihat
Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior mengungkapkan bahwa ketika Anda merasa tertarik dengan seseorang, Anda ingin melihat Si Dia sesering mungkin.

Menjaga kontak mata juga bisa menjadi salah satu teknik flirting yang baik. Sebab, bahasa tubuh ini menunjukkan kalau Anda tertarik pada hal yang ia bicarakan. Jadi, mengunci pandangan pada seseorang yang disuka dapat membuat Anda merasa jatuh cinta padanya.

4. Merasa akrab
Saat mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama, biasanya Anda akan merasa seperti pernah bertemu dengan orang tersebut. Tidak ada perasaan terpaksa, semua berjalan nyaman seakan Anda sudah akrab sebelumnya.

Merasakan kenyamanan seperti ini dengan seseorang merupakan pertanda baik jika kalian berdua memiliki hubungan yang berjalan baik.

5. Tertarik dengan sikapnya
Merasa tertarik dengan sikap seseorang dapat menjadi tanda jatuh cinta, termasuk pada pandangan pertama. Misalnya, Anda tertarik pada caranya berjalan, caranya berbicara, atau cara ia bersikap pada orang-orang di sekitarnya. 

Walaupun banyak ahli menganggap ini sebagai mitos, beberapa orang meyakini bahwa cinta pandangan pertama memang benar adanya. Perasaan gembira yang membuncah dan debaran jantung tak beraturan membuat mereka yakin bahwa ia menemukan cintanya pada pertama kali melihat seseorang.

Selain itu, perasaan dejavu atau déjà vu juga bisa menyertai hal ini. Perasaan di mana Anda merasa telah mengenal orang tersebut di masa lalu, padahal jelas-jelas Anda baru melihatnya 5 detik yang lalu. Atau mungkin pada pandangan pertama Anda merasa separuh diri Anda, seperti tertarik ke arahnya layaknya sebuah magnet.

Namun, bagaimanapun juga, Anda tetap memerlukan relasi dan interaksi secara langsung untuk menentukan apakah Si Dia benar-benar sosok yang Anda cintai atau bukan.

Maka dari itu, Anda harus mengakui bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar mencintainya pada pandangan pertama. Harus ada relasi yang terjalin dengan baik untuk mencintai seseorang karena cinta tidak datang secara instan.

Usaha untuk mengenal seseorang dapat bersifat kognitif, yaitu berdasarkan apa yang ia katakan kepada Anda, dan emosi apa yang dia ungkapkan. Kemudian, bisa melalui nada suara, caranya berperilaku, hingga bagaimana dia menyikapi sesuatu.

Hal tersebut tidak berarti bahwa semua jenis perkenalan semacam itu diperlukan untuk “mencintai pada pandangan pertama”. Namun, untuk menegaskan bahwa itu benar-benar cinta atau bukan, tidak dapat dibatasi hanya dengan persepsi visual.

Perkenalan semacam ini membuat Anda bisa lebih banyak menilai dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, apakah Si Dia memiliki selera humor yang sama dengan Anda? Apakah visi, misi, dan sikapnya sesuai dengan nilai yang Anda anut? Atau apakah Anda merasa nyaman apabila berada di dekatnya?

Evaluasi semacam itu dapat terjadi pada tahapan yang lebih dari sekadar tatapan atau pertemuan pertama. Nah, dari situlah cinta pada pandangan pertama dapat berubah menjadi lebih dalam dan berkelanjutan.