Catat,ini 10 Tanda Pasangan Over Protektif.

Kasih sayang dalam hubungan dapat diungkapkan dengan berbagai cara. Komunikasi yang hangat, perhatian, perlindungan, dan pengorbanan adalah beberapa bentuk implementasi cinta. Sebagai perempuan, tentu ingin selalu dilindungi oleh cowok kita. Namun, apa jadinya jika dia over protektif yang akhirnya jadi mengekang segala keinginan.

Pria yang over protektif bahkan selalu ingin tahu setiap kegiatan pasangannya. Sikap ini membuat tidak nyaman dan justru ingin menjauh darinya. Apakah pasanganmu termaksuk pria over protektif? Coba cek tanda-tandanya seperti dikutip dari laman Boldsky, berikut ini.

1. Mengintimidasi
Dia akan menanyakan dengan detail apa saja kegiatanmu hari ini, bersama siapa, di mana, dan melakukan apa. Kalau masih belum yakin, dia bakal mengecek langsung dan membuktikan apakah perkataanmu benar atau bohong. Orang seperti ini mengintimidasi pasangannya dan membuat mereka tidak nyaman.

2. Kepo
Dia akan mencari celah saat kamu lupa di mana meletakkan ponsel. Kemudian dia akan memeriksa panggilan telepon dan pesan untuk mengetahui dengan siapa saja kamu berkomunikasi, kapan, dan berapa lama. Bahkan ketika kamu sedang menelepon seseorang, dia akan menguping dan mencari tahu apa yang kalian perbincangkan.

3. Komentar soal penampilan
Dia mulai mengomentari pakaian yang kamu kenakan. Warnanya terlalu terang, modelnya kurang pantas, aksesorisnya tidak cocok, dan banyak lagi penilaian dia terhadap penampilanmu. Jika sudah kelewatan, dia akan langsung menyuruhmu mengenakan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya.

4. Agresif
Ketika kalian sedang bersama dengan teman-teman, dia tak akan membiarkan siapapun mencandaimu atau membuat lelucon tentangmu. Jika ada yang berani melakukan itu, dia tak segan balik membalas dengan lebih kasar.

5. Merasa paling benar
Ini adalah tanda yang sangat umum pada cowok over protektif. Dia merasa paling benar dalam segala hal, dan membuatmu inferior atau merasa rendah diri.

6. Cemburu buta
Dia sangat cemburu dan terus menanyakan cintamu kepadanya. Menagih cinta adalah salah satu caranya untuk memastikan apakah kamu masih mencintainya atau tidak. Dan, jangan harap kamu bisa punya teman, selain dia. Sebab semua orang yang dekat denganmu akan membuatnya cemburu.

7. Aku yang pertama dan utama
Dia selalu ingin mendapat perhatian darimu. Jika sambungan telepon dan pesan yang dia kirim tidak segera direspons, dia akan marah-marah tanpa peduli betapa sibuknya kamu. Pokoknya dia ingin kamu menjadikannya yang pertama dan utama di atas segala hal.

8. Sensitif
Tak ada orang yang boleh dekat denganmu, selain dia. Sifat sensitifnya melebihi apa yang kamu bayangkan dan itu membuatmu tak punya teman.

9. Dia selalu ada di sampingmu
Dia tak akan membiarkanmu seorang diri. Baginya ini menjadi bentuk perhatian, sedangkan buat kamu cara ini berlebihan. Memang asyik jika ditemani orang terkasih ke manapun pergi, tapi kalau terus-terusan begitu, kamu tak akan punya kesempatan untuk lepas darinya, walau sejenak.

10. Kamu selalu salah
Apapun yang kamu lakukan selalu salah baginya. Masih berkaitan dengan poin 5 di atas, menempatkanmu pada posisi yang salah akan menguatkan eksistensinya dalam kehidupanmu.

Mengapa Cinta Pertama Susah Dilupakan, Ini Alasan Medisnya

https://myquestionsaboutlove.com – Tak sedikit film atau lagu yang mengangkat tema tentang cinta pertama. Karena katanya, cinta pertama itu tidak akan pernah terlupakan alias selalu bikin gagal move on! Dengan demikian, meski kisah percintaan Anda itu sudah lama sekali berlalu, tetapi sangat mudah untuk mengingatnya kembali.

Tidak dimungkiri, fenomena-fenomena tersebut memang sering terjadi. Saking seringnya, banyak yang mengatakan bahwa nama orang dan memori yang terjadi saat berkencan dengan cinta pertama akan selalu terukir di otak sehingga bisa membuat Anda terbawa perasaan saat memikirkannya.

Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, saat merasa tertarik dan jatuh cinta pada seseorang, Anda menjadi lebih antusias daripada biasanya. Anda menjadi ingin banyak tahu tentang si dia dan selalu ingin berada di dekatnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh otak yang terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin dan norepinefrin yang membuat Anda lebih waspada atau peka.

Ketika Anda bersama dengan orang yang disukai atau setidaknya hanya memikirkan si tambatan hati, otak akan membacanya sebagai bentuk kenikmatan. Pada akhirnya, otak akan terus memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jadi, sudah tahu ‘kan mengapa saat jatuh cinta rasanya selalu indah? Itu karena memang otak ikut memainkan peran dalam menciptakan hormon-hormon sensitif dan kenikmatan.

Penyebab cinta pertama susah dilupakan

Lalu, bagaimana dengan cinta pertama yang sulit dilupakan? Bagaimana otak memengaruhi hal tersebut sehingga Anda sulit melupakannya?

Sebenarnya, tanpa mengaitkannya dengan fungsi otak, Anda menyetujui bahwa apapun yang dilakukan pertama kali pasti akan lebih mudah diingat. Sehingga, selain masalah otak, sensasi pertama juga berperan penting di sini.

Ketika Anda jatuh cinta, semua memori tersimpan dalam area sensorik otak. Saat mencium sebuah aroma atau mendengarkan lagu, Anda mungkin langsung teringat pada cinta pertama. Pasalnya, saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala.

Dikatakan oleh dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk seperti kacang. Organ ini mampu mengatur ingatan yang berkaitan dengan emosi, termasuk rasa takut dan senang.

Karenanya, bila Anda mencium aroma minyak wangi seperti yang dipakai oleh si mantan, atau mendengar lagu tertentu yang berkaitan dengan si dia, akan timbul lagi suatu ingatan dan perasaan, yang berkaitan dengan orang tersebut.

Gejolak Hormon

Tak berhenti di situ, cinta pertama juga biasanya dialami oleh remaja yang sedang terpengaruh gejolak hormon. Apa pun yang dipengaruhi oleh gejolak hormon biasanya memang akan lebih berkesan. Bahkan, sebuah penelitian yang meminta sekelompok lansia untuk menceritakan mengenai ingatan sepanjang hidup, sebagian besar dari mereka justru menjawab tentang pengalaman cinta pertama!

Cinta pertama sulit dilupakan karena ada beberapa saraf yang letaknya sangat dekat dengan organ pengatur ingatan alias amigdala. Memang, tak ada yang menjamin bahwa Anda akan mengalami kebahagiaan atau rasa sakit seperti saat pertama kali jatuh cinta. Namun, Anda disarankan untuk tidak berhenti mencintai, khususnya pada orang yang diyakini menjadi teman hidup.

Sementara itu dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter mengatakan bahwa jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan. Misalnya, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa nyeri, dan menstabilkan tekanan darah maupun frekuensi denyut nadi sehingga jantung lebih sehat. Jadi, walau Anda masih suka teringat cinta pertama, jangan sampai membuat hidup ‘berhenti’ dan kapok jatuh cinta, ya!

Berapakah Usia Yang Paling Tepat Anak Remaja Boleh Pacaran? Ini Kata Para Ahli!

Sebagai orangtua, Anda mungkin khawatir ketika mengetahui anak sudah mulai berpacaran. Orangtua biasanya memikirkan dampak buruk yang muncul saat anak tertarik dengan lawan jenis. Namun, bukankah anak remaja memang belum siap pacaran? Apakah mereka sebenarnya sudah bisa memahami apa itu pacaran? Simak penjelasan lengkap soal pacaran pada anak remaja di bawah ini.

Kapan anak sudah boleh pacaran?

Pada masa pubertas, yaitu usia 11 sampai 20 tahun, rasa suka atau tertarik dengan lawan jenis sudah mulai bisa dirasakan oleh remaja. Hal ini terjadi karena hormon seksual atau reproduksi meningkat.

Jika anak Anda mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenisnya, hal tersebut sangatlah normal pada tahap perkembangan remaja.

Masa remaja adalah masa di mana anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, terutama mengenai perasaan dan lawan jenis di sekitarnya.

Namun, usia anak sebenarnya tidak bisa menjadi tolak ukur yang tepat untuk menentukan kapan boleh mulai pacaran. Masalahnya, kadang usia tidak benar-benar menggambarkan kedewasaan anak.

Hal yang bisa dijadikan contoh adalah remaja berusia 15 tahun bisa saja jauh lebih dewasa daripada kakaknya yang berusia 18 tahun.

Sedangkan untuk mulai pacaran, perkembangan psikologis, kematangan mental, dan kedewasaan justru yang jadi kunci untuk membangun hubungan romantis dengan orang lain secara sehat dan bertanggung jawab.

Melihat kesiapan mental anak

Lalu bagaimana cara menilai kedewasaan dan kematangan mental anak Anda? Anda bisa melihatnya dari perilaku dan kebiasaan anak sehari-hari.

Misalnya, apakah anak bisa diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanggung jawabnya?

Tanggung jawab tersebut bisa sesederhana membereskan kamarnya sendiri dan membantu adiknya belajar. Bisa juga soal hal-hal besar seperti kelancaran studi di sekolah serta presensi yang baik (tidak pernah membolos).

Anda juga bisa menilai kesiapan anak atau remaja untuk pacaran dengan melihat cara ia berkomunikasi, apakah sudah efektif atau belum. Misalnya kalau anak sering berbohong.

Ini berarti anak belum betul-betul memahami bagaimana caranya berkomunikasi secara jujur dan terbuka. Padahal, untuk menjalin hubungan dengan orang lain, anak harus tahu cara berkomunikasi yang baik.

Menurut para ahli, ini usia yang tepat untuk anak pacaran

Meskipun usia sebenarnya tidak bisa dijadikan tolak ukur mulai pacaran, para ahli punya saran kapan kira-kira anak boleh pacaran.

Dikutip dari Healthy Children, ada perbedaan umur yag bisa terlihat ketika anak atau remaja ingin mulai pacaran. Anak perempuan biasanya di usia 12,5 tahun sedangkan anak laki-laki berada di usia 13, tahun.

Namun, hal ini tidak seperti yang dipikirkan orangtua. Pada usia ini, remaja lebih suka pergi berkelompok karena merasa lebih aman dan tidak canggung.

Tidak hanya itu saja, mereka juga menikmati waktu kebersamaan satu sama lain.

Menurut dokter anak dari Denver Health Medical Center di Amerika Serikat (AS), dr. Ron Eagar, biasanya perkembangan psikologi remaja dan kedewasaannya sudah cukup baik pada usia 16 tahun.

Angka tersebut tentu bukanlah patokan yang harus diberlakukan pada setiap anak remaja untuk mulai pacaran.

Namun, menurut Dr. Ron Eagar, usia ini tergolong paling ideal bagi remaja untuk mulai jalan berduaan dengan pasangan.

Hal ini karena ia telah memiliki keberanian juga rasa aman yang sebelumnya belum dirasakan.

Pesan yang serupa juga disampaikan oleh seorang psikolog klinis asal AS Leslie Beth Wish. Leslie percaya bahwa anak berusia 15 sampai 16 tahun biasanya sudah mulai dekat dengan lawan jenis dan hal ini lumrah saja.

Akan tetapi, anak remaja mungkin baru benar-benar siap untuk menjalin hubungan romantis atau pacaran setelah menginjak usia 16 tahun.

Namun, ini semua kembali lagi pada kebijakan dan penilaian Anda sendiri sebagai orangtua.

Apa yang harus dilakukan saat anak mulai pacaran?

Anak remaja yang mulai pacaran jangan dilarang, tetapi justru didampingi dan diberi arahan yang benar. Ajak anak bicara dari hati ke hati untuk mengetahui konsep pacaran yang sehat.

Mengapa demikian? Terlalu mengekang justru membuat anak merasa asing dan semakin menjaga jarak dari Anda.

Lebih buruknya lagi, ada kemungkinan anak cenderung akan menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi, alias backstreet.

Arahan dari orangtua penting agar anak remaja yang sudah pacaran tidak mengganggu prestasi belajar anak.

Orangtua bisa memberi pengertian bahwa pacaran yang baik adalah bisa saling memberi motivasi.

Orangtua juga bisa memberi tahu anak bagaimana berlaku hormat, sopan, dan santun terhadap lawan jenisnya.

Hal ini pun berhubungan dengan pendidikan seksual yang seharusnya sudah diberikan orang tua pada anak.

Masalahnya, anak yang dilarang pacaran biasanya tetap akan berpacaran juga tanpa sepengetahuan Anda. Dengan begitu, Anda malah jadi semakin sulit memantau dan membimbing perilaku anak.

Anda cukup memberi pengertian pada anak apa saja konsekuensi dari pacaran. Misalnya apabila anak remaja sudah mulai macaran, harus bisa membagi waktu.

Waktu tersebut seperti bermain bersama teman, belajar, berkumpul bersama keluarga, dan untuk teman dekatnya tersebut. Dari situ, biarkan anak mengambil keputusan apakah saat ini pacaran adalah pilihan yang tepat atau tidak.

Risiko yang bisa terjadi dalam pacaran

Tugas Anda sebagai orang tua adalah dengan mengawasi serta membimbing anak remaja jika dia memang memutuskan untuk pacaran.

Setelah mendengarkan ceritanya, beri tahu secara jujur mengenai pendapat dan apa yang Anda rasakan. Anda juga bisa memberi aturan dan batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pacaran.

Ketika membangun suasana yang positif dan terbuka, anak akan menghargai kekhawatiran Anda. Lebih baiknya lagi, ada kemungkinan anak akan mempertimbangkan aturan dan batasan yang diberikan.

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk memaparkan apa yang bisa terjadi ketika hubungan anak remaja saat pacaran tidak berjalan dengan baik.

Selain patah hati, Anda juga perlu memberitahu tanda-tanda apabila terjadi hubungan yang tidak sehat serta mengarah pada kekerasan.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda jelaskan kepada anak remaja mengenak pacarana yang tidak sehat:

  • Pasangan merasa mempunyai kontrol terhadap keputusan serta mengatur hidupnya.
  • Tidak menghormati serta keluar dari batasan.
  • Mengintimidasi juga mengendalikan pasangan.
  • Selalu bergantung pada anak Anda.
  • Tidak mempunyai sikap yang sopan terhadap orangtua.
  • Terlibat dalam kekerasan fisik maupun seksual.

Ini 8 Pertanyaan untuk Tahu Bedanya Mencintai vs. Jatuh Cinta.

Mencintai dan jatuh cinta adalah dua hal yang berbeda. Walau tampak sama, ada jurang yang cukup dalam di antara keduanya. Contohnya saja seorang anak yang berkata pada ibunya “Aku cinta ibu.” Kalimat tersebut artinya anak tersebut mencintai ibunya tapi tidak jatuh cinta dengan ibunya. Dalam sebuah hubunganpun, akan sangat menyedihkan untuk kedua belah pihak saat kamu mencintai pasanganmu tapi tidak jatuh cinta padanya.

Kamu harus tahu apakah kamu mencintai pasanganmu atau jatuh cinta pada mereka. Dengan mengetahui kenyataan ini, kamu akan sadar tentang bagaimana kamu akan menjalani kehidupanmu selanjutnya. Apakah kamu akan bertahan, atau menyudahi saja hubunganmu dengan pasanganmu. Kamu perlu jatuh cinta pada pasanganmu untuk membuat hubunganmu memiliki hasrat. 8 pertanyaan ini akan membantumu untuk mengetahui apakah kamu mencintai atau jatuh cinta dengan pasanganmu.

1. “Apakah hubunganmu melalui tahap alami?”.

Semua hubungan memiliki tahap awalnya sebelum benar-benar menjadi pacar. Ada pertemuan, kemudian pendekatan baru akhirnya menjadi pacar. Dalam proses itu, kamu harus tahu apakah kamu mencintai orang tersebut atau benar-benar jatuh cinta pada orang itu. Jika kamu benar-benar jatuh cinta, maka perasaan yang kamu rasakan adalah perasaan yang ditimbulkan dari dirimu sendiri yaitu gairah, kepemilikan, semangat, kehangatan, keintiman, serta kerinduan.

Sedangkan kalau kamu mencintai, maka perasaan itu datang dari luar tubuhmu seperti kamu mencintai pasanganmu karena dia baik, karena dia pengertian atau karena dia tipe idealmu. Belum tentu kamu benar-benar jatuh cinta padanya hanya karena dia memiliki semuanya itu.

2. “Apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatmu merasakan semangat atau gairah dengan pasanganmu itu sendiri?”.

Dalam jatuh cinta, kamu butuh energi yang bisa membuatmu semangat menjalin hubungan dengannya. Banyak orang salah paham tentang ini. Banyak orang berpikir bahwa proses tetap jatuh cinta ini terjadi secara alami dan tidak butuh usaha sama sekali.

Padahal yang benar adalah cinta itu butuh dikerjakan. Jika kamu merasa ada perubahan dalam hubunganmu karena kamu sudah menjalin hubungan cukup lama dengannya, maka kamu perlu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi denganmu sehingga dia memiliki semangat dan gairah untuk terus bersamamu.

3. “Apakah menurutmu akan ada hubungan yang lebih memuaskan untukmu selain dengan pasanganmu sekarang?”.

Jika kamu pernah memikirkan hal ini maka itu bisa jadi karena ada yang kurang dari hubunganmu sekarang. Apa yang kurang? Yang kurang adalah jatuh cinta itu sendiri. Saat kamu benar-benar jatuh cinta dengan pasanganmu, maka kamu tidak akan memikirkan orang lain selain pasanganmu itu sendiri. Tapi kalau kamu masih merasakan kemungkinan dari pertanyaan di atas, maka kamu tidak jatuh cinta dengan pasanganmu.

4. “Apakah kamu pernah memiliki chemistry dengan pasanganmu?”.

Kamu sendiri yang bisa menilai apa kamu punya ikatan ini. Jangan sampai kamu tidak memiliki chemistry dengan pasanganmu karena itu artinya hubunganmu hanya terjalin karena keadaan, karena waktunya tepat, karena dia baik, karena kamu sudah waktunya memiliki pacar, tapi sebenarnya tidak benar-benar kamu inginkan. Kamu perlu merasakan ajaibnya seseorang yang jatuh cinta dengan orang lain agar kamu bisa merasakan sengatan aneh tapi menakjubkan dari dalam dirimu sendiri, bukan dari keadaan.

5. “Apakah kamu tinggal dalam ketakutan?”.

Bagaimana kalau kamu tidak bisa memiliki pasangan saat usiamu yang sudah waktunya? Apakah ada potensi kamu untuk meninggalkan pasanganmu yang sekarang? Bagaimana kelanjutan hubunganmu dengannya nanti? Perubahan selalu merupakan hal yang menyeramkan. Tidak ada jaminan dalam hidup ini tapi terkadang kamu harus mengikuti apa kata hatimu.

Kamu harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi itu tidak kebetulan. Ada makna dari ketakutan yang kamu rasakan. Itu bisa jadi karena kamu sebenarnya tidak cocok dengan pasanganmu yang sekarang sehingga kamu dihantui dengan ketakutan tidak beralasan. Itu bisa jadi karena kamu hanya mencintai pasanganmu karena keadaan.

6. “Apakah kamu takut menyakiti pasanganmu jika kamu meninggalkannya?”

Hanya karena kamu tidak jatuh cinta, tidak berarti kamu tidak mencintai dan merawat pasanganmu sekarang. Tapi jika kamu tetap tinggal bersama dengan pasangan yang tidak bisa membuatmu jatuh cinta, maka kamu sendiri yang akan tersiksa. Rasa terpaksa akan muncul dalam dirimu bahwa kamu akan terus menjalin hubungan dengannya karena kalian yang sudah lama berpacaran dan tidak mungkin putus karena takut dibicarakan orang lain. Dalam hubunganmu, yang terpenting itu perasaanmu sendiri, bukan pandangan orang tentang apa yang seharusnya kamu lakukan.

7. “Apakah kamu menemukan dirimu sendiri saat bersama dengannya?”

Bahkan saat kamu memiliki hubungan dengan orang lainpun, kamu harus tetap menemukan dirimu dan mempertahankannya. Jangan sampai kamu tidakkehilangan dirimu sendiri hanya karena kamu takut kehilangan pacar dan sendirian. Sendiri lebih baik asal kamu menemukan dirimu daripada berada dalam hubungan tapi kehilangan dirimu sendiri.

Jika kamu jatuh cinta dengan pasanganmu, kamu tidak akan membiarkan dia mengambil siapa sebenarnya dirimu karena dirimu yang sebenarnya itu benar-benar jatuh cinta dengannya. Tapi jika kamu mencintai pasanganmu, maka kamu akan mengesampingkan tentang jati diri dan mengutamakan status itu tadi.

8. “Apakah kamu cemburu saat melihat pasanganmu bersama dengan orang lain?”

Cemburu adalah hal yang wajar. Jika kamu hanya mencintai pasanganmu, maka kamu tidak memiliki gairah yang berarti untuk mempertahankannya. Kamu memang akan marah, tapi setelah itu sudah. Pasanganmu yang berdekatan dengan orang lain tidak akan mempengaruhimu dengan begitu banyak. Tapi saat kamu benar-benar jatuh cinta, maka ada dorongan untuk mempertahankan psanganmu bagaimanapun caranya. Kamu akan membuatnya tetap berada di sampingmu karena kamu tidak tahu apa jadinya hidupmu tanpanya.

Cinta melewati banyak tahap dari waktu ke waktu. Jika kamu tidak bisa menentukan antara “Aku mencintaimu” dan “Aku jatuh cinta padamu,” lebih adil untuk jujur dan terus melangkah terus sampai kamu menemukan jawaban yang tepat. Setelah mengetahui jawabannya, maka kamu akan bisa memutuskan tindakan apa yang akan kamu ambil. Lebih baik berpisah sekarang daripada tersiksa dalam hubungan yang hambar.

5 Pertanyaan untuk Tahu Apakah Pacar Cinta Mati sama Kamu.

Menjalani hubungan dalam kurun waktu yang lama enggak berarti pacar udah cinta mati sama kamu. Bisa jadi bukannya cinta mati, dia justru masih menjadi pacarmu cuma karena terpaksa, atau malas mencari yang baru.Pengin, dong, memastikan pacar benar-benar cinta mati sama kamu? Sebenarnya gampang, kok, untuk tahu apakah pacar cinta mati sama kamu atau enggak. Dikutip dari Bustle, lemparkan aja lima pertanyaan di bawah ini.

1.”Gimana kamu ngelihat hubungan kita sejauh ini? Aku penasaran, deh.”

Ilustrasi.

Pertanyaan terbuka kayak gini bisa membantu kamu mengetahui apakah dia udah cinta mati atau belum. Coba minta dia menjelaskan bagaimana perasaannya kepadamu selama ini. Jawaban dari pacar bisa membantumu mengetahui apa yang ada di pikirannya. Kalau dia jawabnya jujur, panjang lebar, sampai membeberkan hal-hal yang selama ini dipendam, kemungkinan besar dia udah nyaman, merasa percaya, dan cinta mati sama kamu.Makanya, biar makin jelas mengetahui dia udah cinta mati atau belum, jangan sampai pacar cuma jawab pendek-pendek dan sekadarnya. Kayak “hubungan kita baik-baik aja, kok”, atau “ya, begini aja”. Capek, deh.

2.”Apa, sih, yang kamu rasain tiap kali kita berantem?”

Ilustrasi.

Pertanyaan ini lebih menjurus ke perasaan dia kepadamu selama pacaran. Kalau jawabannya dia merasa sedih dan cemas tiap kali berantem, ini adalah tanda pacar udah cinta mati sama kamu.Selain biar tahu seberapa cinta mati dia sama kamu, dengan mengetahui jawabannya, kalian berdua juga bisa menghindari hal-hal yang enggak diinginkan saat berantem.

3.”Ke mana kamu mau membawa hubungan ini?”

Ilustrasi.

Kalau ini pertanyaan yang cukup serius, gaes. Tapi enggak usah takut buat melemparkan pertanyaan ini ke pacar, ya. Sebab, gimanapun kamu mencoba menghindarinya, pertanyaan ini bakal muncul di hubungan kalian cepat atau lambat. Pertanyaan satu ini enggak cuma bisa membantu kamu mengetahui dia cinta mati atau enggak, tapi juga menentukan masa depan kalian berdua sebagai pasangan.So, kalau dia jawabnya serius pengin berkomitmen dan membawa hubungan kalian ke tahap selanjutnya, seperti menikah dan tinggal bersama, berarti ini jadi tanda positif, lho.

4.”Apa satu hal yang sekarang paling kamu prioritaskan di hidup ini?”

Ilustrasi.

Dengan memahami apa yang lagi pacar prioritaskan di hidupnya, kamu bisa mengetahui di mana posisimu di hidup dia, dan seberapa cinta mati dia sama kamu.Maka, cobalah cari tahu apa yang lagi dia prioritaskan, dan alasan di baliknya. Kamu juga jadi bisa tahu apa yang sedang pacar cari di hidupnya. Kalau dia masih memprioritaskan kamu di hidupnya, udah enggak usah diragukan lagi bahwa dia udah cinta mati, gaes.

5.”Gimana kamu melihat kita dalam setahun atau lima tahun ke depan?”

Ilustrasi.

Enggak cuma untuk mengetahui seberapa berkomitmen pacar sama kamu, pertanyaan ini juga buat mengetahui apakah dia udah cinta mati atau belum.Kamu juga bisa tanyakan ke pacar, gimana dia melihat dirinya lima tahun ke depan. Kalau jawaban dia selalu ada kamu di bagian dari imajinasinya, maka yakinlah bahwa dia udah cinta mati sama kamu.

13 ALASAN PRIA SELINGKUH

Myquestionsaboutlove – Hampir tiga dekade bekerja dengan pasangan yang bermasalah, saya dapat memberitahu anda bahwa pria yang selingkuh terhadap istri atau pacar adalah orang yang sangat kreatif saat disuruh memberitahu alasan mereka. Terkadang laki laki yang berselingkih memberitahu saya dan wanita yang mereka cintai, bahwa kelakuan mereka tidak terhitung sebagai selingkuh dikarenakan itu tidak melakukan hubungan intim. Terkadang, mereka menemuka cara untuk menimpahkan kesalahan pilihan mereka kepada pasangan mereka, boss mereka, bahkan wanita lain.

( Saya mengerti wanita juga banyak selingkuh, Saya telah menulis artikel tentang masalah tersebut banyak sekali, termasuk disini. Tetapi artikel ini akan membahas tentang pria yang selingkuh. )

Sebagai terapis, saya menemukan bahwa alasan pria selingkuh adalah untuk membenarkan tingkah kelakuan mereka yang salah, karena hampir dari semua alasan ini mengemukakan bahwa selingkuh adalah solusi logis terhadap hubungan mereka dan masalah kehidupan lain nya. Saya terkadang berfikir, “tentu, selingkuh adalah sebuah pilihan, tetapi dinatara banyak orang, kenapa tidak melakukan hobi saja, atau melakukan pekerjaan volunteer untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, ATAU bicaralah kepada pasang anda tentang apa yang anda rasakan, dan bagaiman kalian berdua dapat menciptakan sebuah hubungan yang lebih bahagia? apakah pilihan ini lebih baik daripada berbohongm manipulasi, dan menjaga rahasia rahasia penting dari wanita yang benar benar anda cintai? “

Tetapi banyak pria yang tidak memiliki pemikiran seperti itu. Jadi ketika topik ini dibahas, mereka meminimalisir, rasionalisasi, dan membenarkan kelakuan mereka dengan alasan seperti :

  • Setiap laki laki ingin melakukan hubungan badan dengan wanita lain. Dan ketika kesempatan tersebut diberikan terhadap mereka, mereka pasti mengambil kesempatan tersebut.
  • Ini adalah kebutuhan biologis setiap laki laki untuk melakukan hubungan intim dengan sebanyak banyak nya wanita yang dia bisa. Kenapa saya harus berbeda?
  • Jika saya memiliki hubungan intim yang cukup di rumah, saya tidak akan selingkuh.
  • Saya tidak melakukan apa yang teman teman saya lakukan, Jika tidak percaya saya. Tanya mereka.
  • Jika istri saya tidak mendapatkan berat badan atau gemuk, atau jika dia lebih baik terhadap saya, atau lebih perhatian, saya tidak akan berfikir untuk berpaling terhadap wanita lain.
  • Jika pekerjaan saya tidak stress, saya tidak akan membutuhkan pelampiasan.
  • Selingkuh? Benarkah? menurut saya, siapa yang berfikiran rasional mendapatkan tarian di atas perut untuk selingkuh? Itu hanya dilakukan para pria untuk bersenang senang.
  • Ayah saya melihat majalah porno dan pergi ke club striptis. Dan itu bukan lah sebuah masalah besar.
  • Jika polisi mengejar orang orang jahat, saya tidak akan tertangkap di tempat prostitusi. Kenapa mereka tidak mengejar kriminal sesungguhnya?
  • Saya hanya menggoda, dan berpesan seksual, apa salahnya melakukan hal tersebut? Jika saya tidak bertemu dengan para wanita ini. Ini hanya sebuah permainan.

Di dalam bisnis terapi, kami memiliki sebuah nama untuk ini : Denial.

Dari perspektif terapi psikologi, Denial adalah sebuah seri dari kebohongan dan penipuan yang semua manusia lakukan untuk menutupi kebohongan dan penipuan diri mereka untuk membuat kelakukan mereka menjadi sebuah keputusan rasional.

Hal Hal tersebut tentu mebuat kita bertanya tanya, kenapa pria selingkuh? Dan kenapa mereka terus berselingkuh bahkan saat mereka sudah tertangkap selingkuh? Bahkan di saat perceraian.

Sejujurnya banyak hal yang bisa membuat keputusan sebuah pria untuk melakukan hal tersebut, Biasanya pilihan untuk selingkuh digerakan sebuah faktor :

  • Ketidak Dewasaan Mental Seorang Pria : Jika dia tidak memiliki pengalaman di sebuah hubungan yang berkomitmen, jika dia tidak sepenuhnya mengerti bahwa tindakannya akan membawa konsekuensi buruk, seperti menyakiti pasangan nya, dia akan berfikir ini baik baik saja untuk berfantasi seksual. Pria tersebut akan berfikir komitmen nya sebagai monogami sebagai jaket yang dia bisa pakai atau tanggalkan sesuka hati dia, tergantung dari keadaan.
  • Kejadian Berulang: dia mungkin punya masalah dengan kecanduan alkohol atau obat obatan terlarang yang mempengaruhi pengambilan keputusan, yang membuat di sebuah pengambilan keputusan yang salah. Atau mungkin dia memiliki masalah kecanduan seksual,
  • Insecurity: dia mungkin mereasa dia terlalu tua atau terlalu muda, tidak cukup tampan, tidak cukup kaya, tidak cukup pintar, untuk memenuhi kebutuhan ego, dia mencari sebuah validasi dari wanita lain dari pasangan dia, menggunakan cara ini bisa menstimulasi perasaan diinginkan, dan berharga.

Sekian adalah alasan alasan kenapa pria berselingkuh, seperti dikutip dari website mengenai cinta myquestionsaboutlove.com

Beberapa hal yang harus diketahui tentang menstruasi

Myquestionsaboutlove.com – Kram menstruasi adalah sensasi sakit yang menghantui banyak wanita selama periode menstruasi

Sakit, diketahui sebagai dysmenorrhea atau sakit saat menstruasi, mempunyai efek yang beragam, mulai dari hanya sakit sedikit atau sangat sangat sakit. Kram Menstruasi biasanya terjadi saat sel telur terlepas dari ovarium menuju ke fallopian tube.

Sakit ini biasa dirasakan di perut bagian bawah dan punggung bagian belakang, Biasanya sakit ini dimulai 1 sampai 2 hari sebelum menstruatsi dan bertahan 2 hingga 4 hari.

Sakit itu biasanya dirasakan dengan proses menstruasi sebagai dysmenorrhea.

Jika Kram tersebut merupakan penyakit medis lainya seperti endometriosis, uterine fibroids atau pelvic iflammatory disease, ini dapat disebut sebagai dysmenorrhea sekunder.

Pengobatan / treatment – obat yang disediakan di apotik apotik terdekat dapat mengobati banyak kasus kram menstruasi.

Anti-prostaglandins menurangi kram di uterus, melancarkan aliran darah, dan meringankan rasa sakit.

Pengobatan ini juga mengandung penahan rasa sakit, seperti ibuprofen dan naproxen. Ini adalah tipe tipe obat anti pembengkakan tanpa steroid

Jika wanita yang mengalami ini adalah kandidat yang bagus, seorang physician bisa menuliskan resep pil KB ( keluarga berencana ) untuk mencegah ovulasi dan mengurangi kepaarah dari kram menstruasi. Pil ini bekerja dengan mengurangi ketebalan dinding uterus, dimana prostagladins berasal. Ini mengurangi pendarahan dan kram.

Dalam beberapa kasus, Pil Keluarga Berenca juga dapat digunakan terus menerus, tanpa rehat 4 sampai 7 hari setiap bulan seperti yang biasanya disarankan. Tidak akan ada pendarahan sama sekali, dalam kasus ini.

Jenis lain dari pil keluarga berencana adalah, spiral, vaginal rings, patches dan suntikan yang bisa mengurangi rasa kram.

Jika kram ini adalah akibat dari kondisi medis, seperti endometriosis atau fibroids, operasi mungkin dibutuhkan untuk mengangkat lapisan yang tidak normal tersebut.

Pencegahan : Ukuran yang mengurangi kram menstruasi adalah sebagai berikut.

Makan lah buah buahan dan sayuran, kurangi makanan berlemak, alkohol, kafein, garam, dan manis.

Olahraga Teratur.

Kurangi Stress.

Berhenti merokok.

Yoga atau akunpuntur juga membantu, tetapi riset lebih lanjut dibutuhkan.

Jika pengobatan pertama tidak bekerja dalam 2 sampai 3 bulan, pasien tersebut harus kembali di cek oleh dokter.

Terapis yang lebih aggresif dapat dilakukan jika dibutuhkan, tetapi riset lebih lanjut harus dilakukan.